Advertorial

PNM Gelar Pelatihan untuk 300 Nasabah di Kabupaten Garut

Kompas.com - 14/06/2022, 20:16 WIB

KOMPAS.com - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) semakin aktif melakukan pemberdayaan kepada nasabah melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU).

Terbaru, PNM mengadakan program pelatihan Temu Usaha Nasabah Mekaar (TUNM) kepada 300 nasabah PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) di Favehotel Cimanuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Pemimpin PNM Cabang Garut Abu Hassan mengatakan, peserta pelatihan tersebut adalah nasabah PNM Mekaar dari enam cabang, yakni Karangpawitan 3, Sukawening, Wanaraja, Pangatikan, Pangatikan 2, serta Cibatu Garut 2.

Pelatihan TUNM dinilai bermanfaat karena nasabah mendapatkan pemahaman dan keterampilan baru. Selain pelatihan, 300 nasabah juga mendapat Nomor Induk Berusaha (NIB).

“Sebagai bagian dari holding Ultra Mikro (UMi) bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI), PNM memberikan materi kepada peserta, mulai dari pentingnya menabung dan bertransaksi digital sampai menjadi agen BRI Link,” ujar Hassan dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (14/6/2022).

Hassan berharap, nasabah Mekaar dapat meningkatkan pengetahuan mengenai urgensi memiliki NIB, menabung di bank, serta memahami transaksi digital. Nasabah juga diharapkan dapat mengembangkan usaha sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Semoga pelatihan PKU yang sudah diberikan oleh PNM bisa bermanfaat. Dengan demikian, peserta dapat memahami proses perizinan usaha dan memiliki legalitas usaha, seperti NIB,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Garut Wahyudijaya mengapresiasi program PKU dari PNM.

“Pemerintah daerah mengapresiasi program PKU dari PNM yang membina para pelaku usaha, terutama ibu-ibu agar memiliki izin usaha, seperti NIB,” kata Wahyudijaya.

PNM mengadakan program TUNM kepada 300 nasabah PNM Mekaar. DOK. PNM PNM mengadakan program TUNM kepada 300 nasabah PNM Mekaar.

Sebagai informasi, PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 128,49 triliun kepada 11,872 juta nasabah PNM Mekaar hingga Senin (13/6/2022).

Selain Hasan dan Wahyudijaya, acara pelatihan TUNM turut dihadiri oleh Kepala Bidang Perizinan Ekonomi dan Sumber Daya Alam DPMPTSP Wanwan Arief Gunawan dan Manager Pemasaran Mikro (MPM) BRI Cabang Garut Miftakhul Huda.

Saat ini, PNM memiliki 3.488 kantor layanan PNM Mekaar dan 688 kantor layanan PNM ULaMM di seluruh Indonesia. Kantor ini melayani pelaku usaha mikro kecil (UMK) di 34 provinsi, 422 kabupaten dan kota, serta 5.640 Kecamatan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau