Advertorial

Mulai dari Laut hingga Pegunungan, Begini Keseruan Destinasi Wisata di Sydney

Kompas.com - 21/06/2022, 09:03 WIB

KOMPAS.com - Sydney merupakan salah satu kota di Australia yang memiliki banyak destinasi wisata eksotis. Maka tak heran, kota berjuluk The Harbour City atau Kota Pelabuhan ini begitu digemari wisatawan.

Salah satu daya tarik utama dari Sydney adalah pemandangan yang menyajikan keindahan Samudra Pasifik. Untuk menikmati pemandangan tersebut, wisatawan dapat mengunjungi sejumlah tempat. Salah satunya, Darling Harbour yang terletak tidak jauh dari Sydney Opera House, ikon dari kota tersebut.

Di sana, wisatawan akan langsung disambut dengan kehangatan dan kenyamanan yang ditawarkan oleh tempat tersebut. Karena hal ini, Darling Harbour menjadi salah satu tempat favorit wisatawan dan warga sekitar.

Saat malam hari, wisatawan dapat menikmati pemandangan laut disertai gemerlap cahaya dari gedung pencakar langit di sekitar lokasi ini. Khusus Sabtu malam, kembang api disuguhkan kepada pengunjung untuk memeriahkan suasana.

Selain Darling Harbour, salah satu tempat yang kerap didatangi wisatawan adalah Harbourside. Di tempat ini, wisatawan bisa berbelanja, mengunjungi tempat hiburan keluarga, dan menyantap kuliner di restoran sembari menikmati pemandangan laut.

Di Sydney, wisatawan bisa pula mengunjungi tempat hiburan lain, seperti museum lilin tokoh ternama dunia Madame Tussauds dan SEA Life Sydney Aquarium yang merupakan wahana akuarium terbesar di Negeri Kanguru.

SEA Life Sydney Aquarium memiliki koleksi beragam jenis ikan dan biota laut yang berasal dari perairan Australia, seperti dugong, platypus, penguin, dan ubur-ubur. Selain mempelajari biota laut asli Australia, wisatawan juga dapat mencoba berbagai wahana, seperti Glass-Bottom Boat Tour, di akuarium ini.

Wahana tersebut berupa armada kapal kecil dengan kaca bening di bagian bawahnya. Lewat kaca ini, wisatawan dapat melihat kehidupan di bawah perairan Australia layaknya di Great Barrier Reef Queensland. 

Selain Glass-Bottom Boat Tour, ada juga Shark Tunnel, sebuah akuarium berbentuk terowongan raksasa untuk melihat kehidupan ikan hiu secara dekat.

Sydney Opera House yang merupakan ikon dari kota Sydney. Dok. WITA Tour Sydney Opera House yang merupakan ikon dari kota Sydney.

Berinteraksi dengan lumba-lumba di Port Stephens

Sebagai kota yang berada di pinggir laut, Sydney memiliki sejumlah pantai eksotis. Sebut saja, Port Stephens.

Lokasi pantai tersebut dapat ditempuh dalam waktu dua setengah jam perjalanan dari pusat Kota Sydney. Saat berada di sini, wisatawan akan disuguhkan dengan hamparan pasir putih dan air laut yang jernih seperti kristal.

Anda pun bisa melihat lumba-lumba yang kerap berenang di sekitar pantai tersebut.  Didampingi oleh instruktur profesional, Anda juga bisa berinteraksi dengan lumba-lumba tersebut.

Saat berinteraksi, wisatawan akan dibuat takjub dengan kecerdasan dan keramahan yang ditunjukkan lumba-lumba.

Selain terkenal akan pantainya yang jernih, Port Stephens juga dikenal karena memiliki kuliner yang mampu menggugah selera. Utamanya, makanan berjenis seafood.

Salah satu makanan populer yang berasal dari tempat ini adalah tiram. Tiram di lokasi ini memiliki rasa yang segar. Apalagi, bila ditambah dengan perasan air lemon.

Selain tiram, wisatawan juga dapat menikmati makanan laut lainnya, seperti udang, cumi-cumi, dan ikan tuna yang berasal dari perairan Port Stephens. 

Nikmati wisata alam

Meski terletak di pinggir laut, Sydney juga dekat dengan destinasi wisata yang berasal dari daerah pegunungan. Sebut saja, Blue Mountain.

Kawasan Pegunungan Blue Mountain memiliki keunikan lantaran punya daya tarik khusus, yakni formasi tiga batuan yang berkumpul dan dikelilingi oleh hamparan pepohonan. Tempat yang melegenda ini dikenal sebagai The Three Sisters. 

Pegunungan Blue Mountain. Dok. WITA Tour Pegunungan Blue Mountain.

Berdasarkan legenda dari suku Aborigin, ketiga batu tersebut merupakan sosok dari tiga gadis jelita yang diubah menjadi batu oleh seorang kepala suku.

Hal tersebut dilakukan untuk melindungi mereka dari kejaran tiga pemuda suku lain yang jatuh cinta kepada ketiga gadis tersebut.

Namun, sepeninggal sang kepala suku dalam pertempuran yang dilakukan dengan tiga pemuda tersebut, ketiga gadis tersebut menjadi batu selamanya. 

Setelah puas menikmati suasana pegunungan, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan ke Kota Bowral. Kota ini hanya berjarak sekitar 90 menit perjalanan darat dari Sydney.

Di sana, Anda akan mendapatkan pemandangan kota dengan rumah penduduk yang sebagian besar masih berarsitektur klasik.

Selain itu, mayoritas warga Kota Bowral kerap memanfaatkan luas lahan di rumahnya untuk dijadikan ladang peternakan dan perkebunan.

Saat menginap di sana, wisatawan akan diberi kesempatan oleh masyarakat setempat untuk membantu mengerjakan aktivitas beternak dan berkebun.

Selain itu, pengunjung juga berkesempatan untuk mencicipi sajian khas Australia dengan resep yang diwariskan oleh nenek moyang penduduk setempat.

Itulah keunikan dan daya tarik dari berbagai tempat wisata yang ada di Sydney. Anda dapat menggunakan jasa dari perusahaan travel, WITA Tour, untuk berwisata ke Negeri Kanguru.

Saat ini, WITA Tour tengah menyediakan penawaran eksklusif bagi wisatawan yang ingin merasakan keseruan saat berkunjung ke Australia.

Penawaran tersebut tersedia dalam beberapa paket wisata, seperti Sydney, Central Coast, Blue Mountain, dan Wildlife Package.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai paket wisata tersebut, silakan kunjungi tautan berikut.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau