Advertorial

Tanggulangi Terorisme dengan Strategi Pentaheliks, BNPT Resmikan KTN dan Warung NKRI di Sumbawa

Kompas.com - 28/06/2022, 21:11 WIB

KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar soft launching Kawasan Terpadu Nusantara (KTN) terbaru di Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (27/6/2022).

Kepala BNPT Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Boy Rafli Amar mengatakan, KTN merupakan implementasi strategi pentaheliks penanggulangan terorisme. Nantinya, akademisi, pemerintah, masyarakat, serta pelaku usaha ikut berperan dalam pengembangan KTN di Kabupaten Sumbawa.

“BNPT mengembangkan program deradikalisasi tersebut di tengah masyarakat. Kami bekerja sama dengan semua pihak, termasuk akademisi serta kalangan pemerintah pusat dan daerah,” ujar Boy dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (28/6/2022).

Pada acara tersebut, BNPT secara simbolis menyerahkan benih ikan nila dan bibit tanaman hortikultura kepada Kepala Desa Batu Bulan, Kepala Desa Maman, Kepala Desa Pernek, Kepala Desa Leseng, serta perwakilan Koperasi Mitra Harmoni Abadi.

Sebagai informasi, KTN di Sumbawa bergerak dalam bidang perikanan, peternakan, pertanian, dan pariwisata. KTN akan dikelola oleh mitra deradikalisasi dan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan Rektor UTS Chairul Hudaya juga meresmikan Wadah Akur Rukun Usaha Nurani Gelorakan NKRI (Warung NKRI). Fasilitas ini berada di UTS Green Cafetaria.

Ke depan, Warung NKRI akan menggiatkan dialog dan diskusi kebangsaan untuk menggugah semangat persatuan, toleransi, serta perdamaian.

Komjen Pol Boy Rafli Amar menggelar soft launching KTN di UTS. 

DOK. BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar menggelar soft launching KTN di UTS.

Zulkieflimansyah pun mengapresiasi upaya BNPT yang telah menghadirkan KTN dan Warung NKRI. Menurutnya, keberadaan program tersebut dapat membuat NTB aman dan bebas dari terorisme.

Ia berharap, KTN Sumbawa dan Warung NKRI yang berpusat di UTS dapat membawa dampak positif bagi NTB dan Indonesia.

Pasalnya, berbagai acara berskala internasional akan digelar di NTB. Adapun salah satu persyaratan penyelenggaraan acara tersebut adalah terjaminnya keamanan.

“Dengan program KTN dan Warung NKRI, NTB menjadi aman dan menyenangkan untuk semua pihak. Saya kira, UTS dapat menjadi titik mula supaya program serupa dapat diselenggarakan ke semua provinsi. Kami harus mendistribusikan hal-hal baik ke seluruh Indonesia,” tutur Zulkieflimansyah.

Selain UTS, Kepala BNPT juga mengunjungi Bendungan Batu Bulan di Kecamatan Moyo Hulu. Bendungan ini akan digunakan sebagai lokasi program KTN berikutnya di NTB. BNPT akan menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan pemerintah setempat untuk mewujudkannya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau