Advertorial

Upayakan BBM Subsidi Tepat Sasaran, Pertamina Buka Pendaftaran di Website MyPertamina per 1 Juli 2022

Kompas.com - 29/06/2022, 18:45 WIB

KOMPAS.com – PT Pertamina Patra Niaga membuka pendaftaran kendaraan dan identitas pemilik untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi melalui situs web MyPertamina mulai Jumat (1/7/2022).

Lewat pendaftaran tersebut, pengguna akan mendapatkan quick response (QR) code yang bisa digunakan untuk melakukan pembelian BBM subsidi di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina.

Direktur Utama (Dirut) Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution mengatakan, inisiatif tersebut dimaksudkan dalam rangka melakukan pencatatan awal. Tujuannya, untuk memperoleh data yang valid agar penyaluran BBM subsidi lebih tepat sasaran.

“Data pengguna yang terdaftar dan telah mendapatkan QR code adalah bagian dari pencatatan penyaluran Pertalite dan Solar agar bisa lebih tepat sasaran. Nanti, (bisa dilihat trennya dan siapa penggunanya. Kami tidak mewajibkan (masyarakat) untuk memakai aplikasinya. Mereka hanya perlu daftar melalui website yang dibuka per 1 Juli 2022,” ujar Alfian dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (29/6/2022).

Alfian menambahkan, pendaftaran di aplikasi MyPertamina cukup mudah, yakni kunjungi website subsiditepat.mypertamina.iddan siapkan beberapa dokumen, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), surat tanda nomor kendaraan (STNK), foto kendaraan, dan alamat email.

Setelah itu, isi formulir dengan informasi dan dokumen yang dibutuhkan, lalu klik opsi "Daftar Sekarang". 

Dokumen tersebut adalah Kartu Tanda Penduduk (KTP), surat tanda nomor kendaraan (STNK), foto kendaraan, dan alamat e-mail.

Jika seluruh syarat terpenuhi, masyarakat cukup melakukan konfirmasi dengan mengeklik opsi ‘daftar sekarang’.

“Data yang sudah didaftarkan akan diverifikasi atau dicocokkan dengan kesesuaian persyaratan. Jika semua terpenuhi dalam periode maksimal tujuh hari kerja, maka pengguna akan dinyatakan terdaftar dan (dibuktikan dengan) menerima QR code melalui email atau melalui notifikasi di website,” jelas Alfian.

Bila menerima notifikasi kekurangan atau ketidakcocokan dokumen, masyarakat bisa melakukan pengisian data kendaraan dan identitas sesuai rekomendasi kekurangan yang diminta kembali.

Selain diakses dengan aplikasi MyPertamina, QR code yang diterima juga bisa dicetak dan dibawa ke SPBU. Nantinya, data QR code tersebut akan dicocokkan oleh operator SPBU.

Hal tersebut bertujuan untuk mempermudah sekaligus mengantisipasi jika terjadi kendala di lapangan.

“Masyarakat tidak perlu khawatir karena tahapannya sangat mudah. Terpenting, pastikan sudah mendaftar dan datanya sudah terkonfirmasi. Jika sudah menerima QR code, maka transaksi akan berjalan seperti biasa,” terang Alfian.

Sebagai informasi, lokasi awal penerapan sistem tersebut akan dilakukan di beberapa wilayah, seperti Kota Padang Panjang, Kota Bandung, Kota Sukabumi, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjarmasin, Kota Yogyakarta, Kota Manado, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Tanah Datar.

Pada kota lain, pendaftaran akan dilakukan secara berkelanjutan sambil memastikan kesiapan infrastruktur dan sistem sekaligus untuk mengakomodasi kendaraan baru yang dibeli masyarakat.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai proses penyaluran Pertalite dan Solar subsidi menggunakan MyPertamina, silakan hubungi Pertamina Call Center (PCC) di nomor 135.

Hubungi juga media sosial resmi di akun @ptpertaminapatraniaga dan @mypertamina.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau