Advertorial

BBM Bersubsidi Dinikmati 60 Persen Orang Kaya, Pertamina Upayakan Mekanisme Pendaftaran

Kompas.com - 01/07/2022, 16:52 WIB

KOMPAS.com - Bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada dasarnya ditujukan bagi masyarakat menengah ke bawah untuk meringankan beban hidup mereka. Namun, fakta di lapangan berbeda, kebutuhan tersebut malah dikonsumsi golongan sebaliknya. 

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengungkapkan, 60 persen masyarakat mampu atau yang masuk dalam golongan kaya mengonsumsi hampir 80 persen dari total kuota BBM bersubsidi.

“Sementara itu, 40 persen masyarakat rentan dan miskin hanya mengonsumsi 20 persen dari total subsidi energi tersebut," kata Irto dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (1/7/2022).

Irto menilai, penggunaan subsidi tersebut tidak tepat sasaran. Hal ini mendorong Subholding Commercial and Trading Pertamina, PT Pertamina Patra Niaga, mengupayakan mekanisme yang dapat memastikan subsidi BBM tepat sasaran.

Menurut Irto, alokasi subsidi BBM perlu dilakukan secara tepat sasaran. Terlebih, pemerintah telah mengalokasikan dana hingga Rp 520 triliun untuk subsidi energi pada 2022.

Upaya menciptakan mekanisme penyaluran BBM bersubsidi secara tepat sasaran tersebut juga merupakan pelaksanaan dari Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 serta Surat Keputusan (SK) Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Nomor 04/P3JBT/BPH Migas/KOM/2020.

Dua regulasi tersebut secara jelas menetapkan segmentasi pengguna, kuota, serta ketentuan lain yang mengatur penyaluran BBM subsidi.

"Oleh karena itu, Pertamina Patra Niaga sebagai pelaksana penugasan berinisiatif mengembangkan mekanisme baru untuk memastikan penyaluran di lapangan tepat sasaran," kata Irto.

Mekanisme baru tersebut, lanjut Irto, sedang diuji coba dan dimulai dengan pendaftaran konsumen BBM subsidi di laman MyPertamina. Pendaftaran dimaksudkan untuk pencocokan data berbasis sistem atau digital.

Pertamina akan membuka pendaftaran melalui laman subsiditepat.mypertamina.idpada Jumat. 

Selama pendaftaran, masyarakat masih bisa membeli Pertalite dan Solar bersubsidi. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk segera mendaftarkan kendaraan roda empat dan identitasnya untuk mendapatkan quick response (QR) code unik.

"Tujuan pendataan adalah untuk melindungi masyarakat yang rentan sekaligus memastikan subsidi energi tepat sasaran," ujar Irto.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau