Advertorial

Bupati Kediri Targetkan 50 Persen Vaksin Booster di Tiap Kecamatan

Kompas.com - 12/07/2022, 10:47 WIB

KOMPAS.com - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mendorong cakupan vaksinasi di setiap kecamatan di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, bisa mencapai 50 persen.

Bupati yang akrab disapa Mas Dhito tersebut menjelaskan, capaian angka vaksinasi yang ditargetkan itu merupakan instruksi Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi).

“Berdasarkan imbauan Presiden Jokowi, vaksinasi booster atau dosis ketiga adalah syarat untuk (masyarakat yang akan melakukan) perjalanan dan (beraktivitas dalam) keramaian,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (12/7/2022).

Oleh karena itu, Mas Dhito meminta Dinas Kesehatan dan camat di Kabupaten Kediri untuk melakukan percepatan vaksinasi, terutama dosis ketiga.

Pasalnya, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, capaian dosis ketiga tertinggi dari seluruh kecamatan baru mencapai 36 persen atau 10.769 dosis. Angka ini diraih oleh Kecamatan Pagu.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri juga meminta kecamatan dengan capaian vaksinasi dosis kedua yang masih di bawah 75 persen untuk segera memenuhi target tersebut.

 “Setelah 75 persen dosis kedua tercapai, lanjutkan dengan memenuhi 50 persen vaksinasi dosis ketiga,” imbau Mas Dhito.

Rapat koordinasi perkembangan Covid-19 dan vaksinasi, di Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri Dok. Pemkab Kediri Rapat koordinasi perkembangan Covid-19 dan vaksinasi, di Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri

Untuk mencapai target tersebut, Mas Dhito mengambil langkah-langkah strategis, antara lain menggalakkan vaksinasi door to door dan bekerja sama dengan pihak terkait, seperti Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Badan Intelijen Negara (BIN). Pemkab kediri juga akan menggalakkan vaksinasi di fasilitas umum, seperti tempat wisata dan saat kegiatan Jumat Ngopi.

Adapun saat ini, jumlah dosis yang tersedia di Kabupaten Kediri sebanyak 15.532. Jumlah ini meliputi 10.000 dosis vaksin Astrazeneca dan 5.532 dosis vaksin Pfizer.

Mas Dhito akan mengajukan kembali stok vaksin ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bila ada kekurangan.

“Kami akan menghitung berapa kebutuhan yang harus disalurkan (pada masyarakat). Setelah itu, kami akan bersurat ke Kemenkes. Saya rasa, satu sampai dua minggu ini, kami akan minta dosis vaksin dengan jumlah yang cukup banyak,” kata Mas Dhito.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau