Advertorial

Kepala BP Batam Bekali Pasis TNI Kiat-kiat Membangun Daerah

Kompas.com - 12/07/2022, 18:55 WIB

KOMPAS.com - Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (BP) Batam Muhammad Rudi memberikan ceramah pembekalan (cerbek) kepada 274 Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Pasis Dikreg) LXII Sekolah Staf dan Komandan Angkatan Darat (Seskoad) di Bandung, Jawa Barat (Jabar), Senin (11/7/2022).

Adapun 274 Pasis Dikreg LXII Seskoad mengikuti pembekalan tersebut terdiri dari 214 pasis Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD), 2 pasis TNI Angkatan Laut (AL), 2 pasis TNI Angkatan Udara (AU), serta 19 pasis Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Selain dari dalam negeri, acara tersebut juga dihadiri 10 perwakilan pasis dari negara sahabat, yakni Arab Saudi, Australia, Bangladesh, Fiji, Filipina, India, Malaysia, Pakistan, Singapura, dan Thailand.

Sebagai lembaga pendidikan tertinggi yang dimiliki oleh TNI AD, Seskoad sengaja mengundang Muhammad Rudi untuk menceritakan keberhasilannya dalam memimpin BP Batam dan membangun Kota Batam.

Komandan Seskoad Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Anton Nugroho mengatakan, keberhasilan pembangunan Batam memacu dirinya untuk mengetahui lebih lanjut tentang kiat sukses dalam membangun daerah.

“Kota Batam mengalami kemajuan signifikan. Progres yang ditunjukkan Kepala BP Batam dalam membangun Kota Batam sangat luar biasa. Sinergi yang dijalin bersama TNI dan Polri sangat baik sehingga bisa memajukan Batam. Pembekalan ini akan sangat bermanfaat untuk Pasis yang akan mengabdi di wilayah masing-masing,” ujar Anton dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (12/7/2022).

Adapun pada ceramah yang bertajuk “Integrasi TNI, Polri, Pemkot Batam dan BP Batam dalam Pembangunan Daerah”, Rudi membeberkan sejumlah pembangunan yang berhasil diwujudkan Pemerintah Kota (Pemkot) Batam.

Dia menjelaskan bahwa sejumlah proyek terus digenjot dalam rangka menata sekaligus memodernisasi Kota Batam. Dengan begitu, Kota Batam dapat menjadi salah satu tujuan investasi di Tanah Air.

“Infrastruktur juga dibangun agar Kota Batam memiliki aksesibilitas yang mumpuni sebagai pusat logistik di kawasan Asia Tenggara, mulai dari infrastruktur jalan, pembangunan Bandara Internasional Hang Nadim, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan, hingga Pelabuhan Batu Ampar,” terang Rudi.

Rudi menambahkan, pembangunan infrastruktur merupakan fondasi utama yang perlu disiapkan agar investasi di Kota Batam semakin menggeliat. Tujuannya, untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi investor sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Batam.

Selain pembangunan wilayah, lanjut Rudi, kemajuan daerah juga ditunjang oleh keberhasilan koordinasi dan sinergisitas seluruh stakeholder.

“Sinergisitas antara pemerintah dan stakeholder menjadi kekuatan utama. Integrasi dan kolaborasi antara TNI, Polri, Pemkot Batam, dan BP Batam merupakan kunci dalam menjaga stabilitas, serta kelancaran pembangunan daerah,” kata Rudi.

Ia menilai, semangat sinergisitas mampu menciptakan suasana kondusif. Dengan begitu, masyarakat dapat merasa aman dan investor semakin nyaman. Alhasil, pembangunan dapat berjalan lancar.

“Keberhasilan pembangunan suatu daerah tak lepas dari dukungan dan kerja sama antara pemerintah (pusat dan daerah), TNI, serta Polri. Dukungan dan sinergisitas ini sangat penting untuk memacu keberhasilan dan kemajuan daerah,” jelasnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau