Advertorial

Genjot Pelayanan kepada Masyarakat, Bupati Kediri Wajibkan SKPD Aktif Bermedia Sosial

Kompas.com - 15/07/2022, 11:23 WIB

KOMPAS.com – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meminta jajarannya mengoptimalkan media sosial di setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk menggenjot pelayanan kepada masyarakat.

Pria yang akrab disapa Mas Dhito itu mengatakan bahwa reformasi birokrasi merupakan salah satu program besar dan strategis pemerintah. Oleh sebab itu, reformasi birokrasi perlu dilakukan dengan pendekatan yang inovatif, kreatif, dan dirasakan oleh masyarakat. Salah satunya melalui media sosial.

Meski demikian, Mas Dhito mengimbau agar aparatur sipil negara (ASN) tidak hanya mengunggah kegiatan seremonial. Bahkan, dia meminta SKPD untuk menghapus konten-konten seremonial.

“Konten seremonial tolong dihapus,” ujar Mas Dhito dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (15/7/2022).

Mas Dhito mengimbau agar aparatur sipil negara (ASN) tidak hanya mengunggah kegiatan seremonial dalam media sosial SKPD.Dok. Pemkab Kediri Mas Dhito mengimbau agar aparatur sipil negara (ASN) tidak hanya mengunggah kegiatan seremonial dalam media sosial SKPD.

Pada kesempatan itu, dia juga meminta SKPD agar lebih aktif dalam meningkatkan kualitas pelayanan. Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan pelayanan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri.

“Segera respons ketika masyarakat menelepon atau mengirim pesan,” tegas Mas Dhito.

Setiap SKPD, lanjut Mas Dhito, harus memiliki tekad serta komitmen kuat dalam memberikan pelayanan secara maksimal dan sepenuh hati. Dia juga meminta tiap SKPD memiliki admin yang siap memantau aduan masyarakat selama 24 jam.

“Kalau tidak punya admin, tutup saja (pelayanannya). Tidak apa-apa. Masyarakat akan merasa lebih sakit hati jika (SKPD) memiliki hotline, tapi tidak dijawab. Masalah itu lebih fatal. Segera cari solusinya," imbuh Mas Dhito.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau