Advertorial

Mas Dhito: Beroperasi pada 2023, Bandara Dhoho Akan Dukung Kabupaten Kediri Jadi Pusat Penyangga Baru di Jawa Timur

Kompas.com - 18/07/2022, 13:28 WIB

KOMPAS.com – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyatakan bahwa Bandar Udara (Bandara) Internasional Dhoho Kediri yang akan beroperasi pada Oktober 2023 dapat menjadikan Kabupaten Kediri sebagai episentrum baru di Jawa Timur.

Hal tersebut disampaikan Bupati yang akrab disapa Mas Dhito itu saat mendampingi Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dalam kunjungan ke proyek pembangunan Bandara Internasional Dhoho, Minggu (17/7/2022).

“Sesuai arahan Bapak Menteri, sebagai episentrum baru, (kehadiran Bandara Internasional Dhoho) membuat Kabupaten Kediri dapat menjadi penyangga Provinsi (Jawa Timur), seperti halnya Surabaya,” ujar Mas Dhito dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (18/7/2022).

Menurut dia, saat ini, hanya Kediri Raya yang terbentuk maksimal dalam konsep Sudirman (Surabaya, Kediri, dan Malang) Raya. Oleh sebab itu, keberadaan Bandara Internasional Dhoho diyakini dapat mendukung pengembangan konsep tersebut.

Mas Dhito menjelaskan, beroperasinya Bandara Dhoho akan meningkatkan eksponensial Kabupaten Kediri dalam berbagai sektor, baik perekonomian maupun pariwisata.

Kehadiran Bandara Internasional Dhoho dinilai dapat mendukung Kabupaten Kediri untuk menjadi penyangga Provinsi Jawa Timur 

Dok. Pemkab Kediri Kehadiran Bandara Internasional Dhoho dinilai dapat mendukung Kabupaten Kediri untuk menjadi penyangga Provinsi Jawa Timur

Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri saat ini tengah menyiapkan infrastruktur pendukung di bandara. Selain itu, pembangunan bandara juga mendapat dukungan pihak swasta, seperti Gudang Garam.

“Demi menciptakan konektivitas antarwilayah (di sekitar Kediri), saat ini, pembangunan infrastruktur menjadi prioritas kami,” ucap Mas Dhito.

Hal senada juga disampaikan Budi. Dia berharap, kehadiran Bandara Internasional Dhoha dapat membuat konektivitas Kediri dan daerah sekitarnya menjadi lebih baik.

“Terlebih, Bandara Dhoho didukung oleh runway sepanjang 3.300 meter (m). Panjang ini merupakan salah satu kualifikasi bandara ultimate yang mampu didarati oleh (pesawat) triple seven. Dengan demikian, bandara ini nantinya dapat digunakan untuk pemberangkatan umrah atau haji,” jelas Budi.

Pemerintah, menurut Budi, juga menilai pembangunan Bandara Dhoho sebagai bentuk kearifan pihak swasta yang ikut serta membangun infrastruktur bandara.

Dia pun mengajak pihak swasta lain untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam pembangunan fasilitas guna mendukung konektivitas antardaerah, baik udara, laut, maupun darat.

“Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sangat terbuka (untuk mewujudkan kerja sama itu) dan akan memberikan regulasi yang sebaik-baiknya,” kata Budi.

Budi menegaskan, kehadiran sarana konektivitas dan keindahan alam dapat mendukung Kediri untuk dapat menjadi kota industri sekaligus wisata. Dia meyakini, hal ini akan berdampak baik terhadap peningkatan perekonomian warga.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau