Advertorial

Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Bupati Kediri Jalin Kerja Sama dengan USAID

Kompas.com - 24/07/2022, 16:32 WIB

KOMPAS.com – Pemerintah Kabupaten Kediri terus berupaya menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) melalui berbagai program. Salah satunya adalah program Momentum Private Healthcare Delivery (MPHD).

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menjelaskan program tersebut dijalankan bersama dengan United States Agency for International Development (USAID). Kerja sama ini diyakini mampu membuat upaya penurunan angka kematian ibu dan anak semakin optimal.

Saat ini, program MPHD berfokus pada peningkatan fasilitas dan layanan kesehatan di rumah sakit swasta di Kabupaten Kediri. Melalui cara ini, peran rumah sakit swasta untuk menekan AKI dan AKB diharapkan dapat terus meningkat.

Oleh karena itu, bupati yang akrab disapa Mas Dhito ini meminta dinas kesehatan untuk terus menjalin kerja sama dengan rumah sakit swasta serta fasilitas layanan kesehatan lainnya, seperti puskesmas dan klinik.

“Saya minta dinas kesehatan buat semacam perjanjian kerja sama dengan rumah sakit swasta untuk menurunkan AKI dan AKB,” kata Mas Dhito dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Minggu (24/7/2022).

Di samping itu, Mas Dhito menegaskan perlunya sosialisasi program tersebut ke berbagai fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Kediri. Tujuannya agar upaya menurunkan angka kematian ibu dan anak menjadi komitmen dan tanggung jawab bersama.

Sebagai informasi, sepanjang tahun ini Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri telah mencatat jumlah angka kematian ibu sebanyak 6 orang dan angka kematian bayi mencapai 58 jiwa. 

Sementara itu, Penanggung Jawab Program MPHD Jawa Timur (Jatim), Meytha Nurani, menjelaskan Kabupaten Kediri merupakan salah satu wilayah sasaran pengembangan program tersebut untuk fase kedua.

“Di Kabupaten Kediri sendiri sasaran (MPHD) ada di tiga rumah sakit swasta, tiga klinik, dan tiga bidan praktik mandiri,” jelasnya.

Meytha berharap upaya bersama Pemerintah Kabupaten Kediri dapat menekan angka kematian ibu dan bayi.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau