Advertorial

Berencana Kunjungi Kampung Halaman, Wamendagri Harapkan Wamena Siap Dukung DOB

Kompas.com - 27/07/2022, 07:34 WIB

KOMPAS.com - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) John Wempi Wetipo berencana mengunjungi kampung halamannya di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, pada Rabu (27/7/2022).

Hal itu diketahui saat Wempi tiba di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, usai melaksanakan kunjungan kerja di Kabupaten Nabire.

Kepada awak media, Wempi mengatakan bahwa masyarakat antusias menerima kehadiran Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Papua Tengah.

“Sesunguhnya, informasi yang kami dapatkan (di) Jakarta lain dan di Nabire lain. Artinya, masyarakat sangat antusias menyambut kehadiran DOB," ujar Wempi, dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (26/7/2022).

Wempi meyakini, kehadiran DOB dapat mengangkat harkat dan martabat orang asli Papua (OAP). Ia juga yakin, OAP akan mampu bersaing seperti masyarakat daerah lainnya di Indonesia.

Dengan pembentukan DOB tersebut, tambah dia, kesejahteraan dan pembangunan di bumi Papua akan menjadi lebih baik.

Dalam kesempatan yang sama, Wempi mengatakan bahwa pihaknya berencana melakukan kunjungan ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Ia pun berharap, daerah tersebut siap menyambut DOB Provinsi Papua Pegunungan.

”Besok (Rabu), saya akan pulang kampung dengan agenda yang sama di Jayawijaya Wamena. Wamena harus lebih baik dari daerah lain," ujar Wempi.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau