Advertorial

Sekda Papua dan Pj Bupati Lanny Jaya Turun Langsung ke Kuyawage untuk Atasi Dampak Bencana Alam

Kompas.com - 09/08/2022, 11:26 WIB

KOMPAS.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Ridwan Rumasukun dan Penjabat (Pj) Bupati Lanny Jaya Petrus Wakerkwa turun langsung untuk mengatasi dampak bencana alam hujan es. Adapun bencana ini melanda sejumlah kampung di Distrik Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya, Papua.

Di sisi lain, pemerintah setempat mengerahkan tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial Kabupaten Lanny Jaya, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lanny Jaya ke daerah terdampak.

Wakerkwa menjelaskan, bencana alam hujan es merupakan fenomena alam yang kerap terjadi dalam kurun waktu 6 atau 15 tahun sekali di daerah tersebut. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lanny Jaya pun telah menetapkan status tanggap darurat Bencana Alam Embun Beku dan Hujan Es di Distrik Kuyawage yang berlaku mulai 25 Juli 2022 hingga 25 Oktober 2022.

Oleh karena itu, ketika gejala alam mulai timbul, pemerintah daerah (pemda) langsung melakukan langkah penanganan dini sebulan sebelum bencana tiba. Salah satunya adalah melakukan distribusi logistik bagi masyarakat yang berada di Distrik Kuyawage, Distrik Wano Barat, dan Distrik Goa Balim.

Usai menerima laporan kejadian bencana hujan es dari masyarakat Distrik Kuyawage pada Senin (18/7/2022), Pemkab Lanny Jaya langsung membentuk tim yang diberangkatkan ke lokasi terdampak untuk melakukan penanganan dampak bencana pada keesokan harinya.

Lewat surat nomor 131/302/BUP/2022 perihal Laporan Kejadian Bencana Alam, Wakerkwa mengatakan bahwa Pemkab Lanny Jaya telah mengirimkan dan menyalurkan bantuan ke lokasi terdampak pada Kamis (21/7/2022).

“Bantuan yang disalurkan berupa 9,8 ton beras dan sembako lainnya yang cukup untuk dipakai sementara oleh warga terdampak,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Selasa (9/8/2022).

Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Alam di Kabupaten Lanny Jaya, Papua Dok. Kemendagri Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Alam di Kabupaten Lanny Jaya, Papua

Selain pemda setempat, bantuan juga diberikan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) pada Selasa (19/7/2022) hingga Kamis (20/7/2022). Bantuan tersebut segera disalurkan oleh Pemkab Lanny Jaya dan tim Kemensos kepada masyarakat terdampak.

Selanjutnya, Pemkab Lanny Jaya juga mengirimkan tim kesehatan ke lokasi bencana pada Kamis (4/8/2022). Tim tersebut beranggotakan 11 orang yang terdiri dari satu orang dokter dan 10 tenaga kesehatan (nakes). Lalu, dibentuk pula Posko Tanggap Darurat Bencana di Bandara Tiom yang dikomandani oleh Wakerkwa.

Wakerkwa mengatakan, sebagai bentuk tindak lanjut penanganan, Pemkab Lanny Jaya menyalurkan bantuan lanjutan pada Senin (8/8/2022).

“Bantuan lanjutan (yang diberikan) berupa beras sebanyak 10 ton dan sembako lainnya (juga akan disalurkan) ke lokasi terdampak bencana,” ujarnya.

Dampak bencana alam

Untuk diketahui, bencana alam yang melanda Kabupaten Lanny Jaya mengakibatkan ratusan masyarakat kehilangan bahan makanan. Kondisi kesehatan mereka pun menurun akibat mengonsumsi makanan yang mengandung zat berbahaya.

Berdasarkan laporan masyarakat Distrik Kuyawage yang diterima pada Senin (18/7/2022), bencana tersebut berdampak pada 548 kepala keluarga atau sekitar 2.740 jiwa.

Selain itu, empat orang dilaporkan meninggal dan 61 orang mengalami diare. Namun, berdasarkan penelusuran tim, satu dari empat korban meninggal karena memiliki penyakit bawaan.

“Dengan demikian, korban jiwa berjumlah 3 orang balita, bukan 4 orang,” ujar Wakerkwa..

Saat rombongan Pemda dan tim Kemensos tiba di lokasi, rombongan mendapat informasi dari tim medis bahwa ada ibu hamil yang mengalami gangguan persalinan.

Kemudian, tim langsung mengevakuasi pasien tersebut ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena menggunakan transportasi udara. Namun, pasien tersebut dikabarkan meninggal dunia pada Jumat (5/8/2022).

“Jumlah orang meninggal sampai Minggu (7/8/2022) berjumlah 4 orang,” ujar Wakerkwa.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau