Advertorial

Inkubator Wirausaha LPDB-KUMKM Mudahkan UMKM Raih Investor

Kompas.com - 15/08/2022, 16:55 WIB

KOMPAS.com -  Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) mengadakan program Inkubator Wirausaha. Program ini hadir untuk memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM dalam mendapatkan investor.

Program tersebut merupakan implementasi pendampingan LPDB-KUMKM dalam menginkubasi koperasi dan UMKM untuk meningkatkan daya saing, tata kelola manajemen bisnis, pemasaran, serta akses permodalan dan pendanaan.

Adapun penerapan program Inkubator Wirausaha dilakukan melalui kegiatan Nusantara Deals Club (NDC) yang merupakan kolaborasi LPDB-KUMKM dengan Cubic Startup Incubator. Kegiatan ini menjadi wadah pertemuan perusahaan rintisan (start-up) atau UMKM kepada calon investor dan mitra usaha. 

Pada 2022, pelaksanaan business pitching melalui NDC melibatkan berbagai investor, seperti Saratoga Investama, Ventura Discovery, Sagala Grup, Bizhare, Alpha Momentum Indonesia, Xendit Presentation, Proxis, Synnovac Capital, Skystar Capital, Indogen Capital, Bank Negara Indonesia, Orbit Future Academy, Invst Id, Bank Mandiri, Zoho, dan Findolainen Business Hub.

Pelaksanaan NDC 2022 kali ini menampilkan 115 tenant terbaik untuk diajukan kepada calon investor. 

Dok. LPDB Pelaksanaan NDC 2022 kali ini menampilkan 115 tenant terbaik untuk diajukan kepada calon investor.

Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo mengatakan, kontribusi UMKM terhadap pendapatan perekonomian nasional sangat signifikan, bahkan mampu menjadi solusi masalah kesenjangan sosial.

Menurut Supomo, koperasi dan UMKM memberikan kontribusi signifikan kepada produk domestik bruto (PDB) nasional sebesar 60,5 persen. Oleh sebab itu, kemudahan akses pendanaan atau pembiayaan kepada koperasi dan UMKM akan memberikan efek ganda untuk ekonomi yang besar.

Supomo menambahkan, LPDB-KUMKM berlaku sebagai backbone pembiayaan bagi koperasi dan UMKM memiliki kepentingan dalam penyelenggaraan NDC.

“Dengan banyaknya koperasi dan UMKM yang mendapatkan fasilitas investasi, pinjaman, atau kerja sama, maka akan terbentuk ekosistem yang kuat dan berdampak pada perekonomian, seperti pendapatan masyarakat serta serapan tenaga kerja," kata Supomo dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (15/8/2022).

Dari sisi kinerja penyaluran, ia melanjutkan, LPDB-KUMKM telah menyalurkan sebesar Rp 15,09 triliun dana bergulir kepada koperasi dan 368.000 UMKM di seluruh Indonesia hingga Jumat (12/8/2022).

"Pelaksanaan NDC 2022 kali ini menampilkan 115 tenant terbaik untuk diajukan kepada calon investor. Tidak tertutup kemungkinan satu atau dua tenant yang mengikuti kegiatan ini bisa menjadi kekuatan unicorn baru berbasis riset, ide kreatif, atau teknologi terbarukan," ujar Supomo.

Ia berharap, para tenant yang mengikuti NDC 2022 bisa memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya untuk mengembangkan usaha, memperluas networking, dan meraih pendanaan investor.

"Saya mengajak para tenant memanfaatkan fasilitas business pitching ini sebagai batu loncatan untuk menaikan kelas unit usaha yang dimiliki. Saya meminta kepada para tenant untuk berkomitmen hingga keputusan para investor ditentukan," jelas Supomo.

Sebagai informasi, program Inkubator Wirausaha LPDB-KUMKM telah berhasil mendapatkan total pendanaan sebesar Rp 20,8 miliar yang terdiri dari komitmen dalam bentuk investasi sebesar Rp 4,6 miliar, pinjaman sebesar Rp 8,5 miliar, dan kerja sama sebesar Rp 7,7 miliar pada 2022,

"Kami berharap pelaksanaan NDC 2022 bisa menambah jumlah pendanaan kepada tenant dan dapat meningkatkan total investasi menjadi Rp 50 miliar hingga akhir 2022," jelas Supomo.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau