Advertorial

Jadi Incaran Buyer Mancanegara, Produk Unggulan IFEX Bisa Jadi Kekuatan Industri

Kompas.com - 23/08/2022, 15:52 WIB

KOMPAS.com – Penyelenggaraan pameran mebel dan kerajinan business to business (B2B) terbesar di Indonesia, Indonesia International Furniture Expo (IFEX), menjadi hal positif bagi industri mebel dan kerajinan Indonesia, khususnya di tengah masa pemulihan pandemi Covid-19.

Sejak hari pertama, booth peserta pameran IFEX 2022 banyak dikunjungi oleh buyer dan visitor yang hadir untuk melihat produk unggulan industri mebel dan kerajinan Indonesia. 

Ketua Presidium Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Abdul Sobur mengatakan, para buyer di ajang IFEX memiliki agenda untuk mencari produk yang sesuai dengan keinginan dan selera mereka.

Menurutnya, dalam situasi pandemi Covid-19, dibutuhkan usaha ekstra untuk melakukan perjalanan luar negeri demi membeli mebel dan kerajinan.

Abdul menambahkan bahwa sebagai pameran pertama yang digelar pascapandemi Covid-19, pihaknya tidak memiliki target tinggi, baik dalam jumlah hal buyer, visitor, maupun transaksi. Meski demikian, pameran IFEX kali ini melebihi ekspektasi dirinya.

“Awalnya, kami hanya menargetkan sekitar 2.000 buyers. Akan tetapi, sampai saat ini, IFEX bisa mencatatkan 3.800 registered buyers. Ini merupakan pencapaian bagus dan semoga jumlahnya bisa terus bertambah,” ujar Abdul dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (22/9/2022).

Optimisme senada juga disampaikan oleh Wakil Ketua Umum HIMKI Bidang Promosi dan Pemasaran Djudjuk Aryati. Djujuk menuturkan, pihaknya mendapat laporan bahwa beberapa peserta sudah menerima pesanan dan buyer baru sejak hari pertama penyelenggaraan IFEX.

Menurutnya, penyelenggaraan IFEX pada semester kedua 2022 memberi kesempatan untuk mendapatkan buyer baru. Adapun salah satu kekuatan industri mebel dan kerajinan Indonesia terdapat pada kemampuan craftsmanship.

“Hal tersebut tidak bisa didapatkan pada produk mebel dan kerajinan negara lain. Faktor ini yang membuat produk mebel dan kerajinan asal Indonesia menjadi incaran buyer luar negeri,” ujar Djudjuk.

Abdul melanjutkan bahwa merebaknya pandemi Covid-19 turut mengubah peta negara asal para buyer. Sampai Jumat (19/8/2022), mayoritas para buyer tercatat berasal dari 10 negara, yakni Australia, Inggris, India, Singapura, Malaysia, Amerika Serikat (AS), Belanda, Spanyol, Uni Emirat Arab, serta Korea.

Secara total, IFEX 2022 berhasil mencatatkan registered buyer dari 57 negara.

“Meskipun negara asal para buyer mengalami sedikit perubahan, AS masih menjadi negara tujuan ekspor terbesar,” ujar Abdul Sobur.

Ajang diskusi para pemangku kepentingan

Selain menampilkan produk mebel dan kerajinan terbaik buah karya perajin Indonesia, pameran IFEX 2022 juga menjadi ajang pertemuan para pemangku kepentingan industri.

HIMKI menjadikan momentum itu untuk menggelar diskusi seputar industri mebel dan kerajinan melalui kegiatan seminar.

Pada pameran tersebut, kata Abdul, pihaknya juga menggelar beberapa seminar untuk memperkuat know-how seputar produk mebel dan kerajinan.

“Kami juga membahas berbagai isu seputar industri yang nantinya bisa kami sampaikan kepada pemerintah dan pemangku kepentingan lain,” ujar Abdul.

Pada hari pertama, seminar IFEX 2022 mengangkat tema “Sustainability Practice in Furniture and Craft Industries”. Cara menjaga bahan baku agar industri mebel dan kerajinan Indonesia bisa terus bertahan dan berkembang diulas dalam kegiatan ini.

Abdul menambahkan bahwa untuk memastikan ketersedian bahan baku berkelanjutan, diperlukan regulasi yang memihak industri.

“Selain itu, kerja sama lintas kementerian terkait juga diperlukan, seperti Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” tuturnya.

Selanjutnya, pada hari kedua, agenda seminar IFEX 2022 mengangkat tema “How to Increase Production Output dan Reduce Cost in Furniture & Craft Industries”. Salah satu fokus seminar ini adalah mengangkat usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mebel dan kerajinan ke level berikutnya.

Pasalnya, UMKM bisa menjadi pendukung penting bagi pertumbuhan industri mebel dan kerajinan Indonesia. 

Pada hari ketiga, seminar IFEX akan mengupas tentang “Design Development of Furniture and Craft for Global Market”. Seperti dijelaskan oleh Djudjuk, kemampuan craftsmanship UMKM asal Indonesia sudah menjadi keunggulan industri.

“Hal itu perlu dikembangkan agar selalu update dengan kebutuhan dan tren pasar global,” ujar Abdul. 

Abdul melanjutkan bahwa program pendukung IFEX 2022 lainnya adalah Homecoming Party. Program ini merupakan ajang penghargaan bagi para peserta pameran IFEX 2022.

Kegiatan tersebut juga merupakan apresiasi bagi para peserta IFEX 2022. Pasalnya, di tengah kondisi pandemi, mereka tetap memberikan dukungan dan memeriahkan pameran ini.

“Keikutsertaan beserta masukan dari peserta pameran begitu berarti bagi kami. Hal ini membuat kami untuk dapat menyelenggarakan IFEX dengan lebih baik pada tahun mendatang,” paparnya.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai IFEX 2022, Anda dapat mengunjungi laman www.ifexindonesia.com.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau