Advertorial

Akselerasi Target 2024, PLN Raih Penghargaan INDI 4.0 dari Kemenperin

Kompas.com - 25/08/2022, 17:14 WIB

KOMPAS.com - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN siap menghadapi era industri 4.0. Hal ini dibuktikan lewat apresiasi yang diterima perseroan dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dalam ajang Indonesia 4.0 Conference and Expo 2022, Jakarta, Rabu (24/8/2022).

Kemenperin memberikan skor 3,5 kepada PLN atas upaya transformasi digital yang dilakukan perseroan.

Sekretaris Jenderal Kemenperin Dody Widodo menjelaskan bahwa saat ini, sektor industri menghadapi banyak tantangan, terutama dalam rantai suplai akibat pandemi Covid-19 dan konflik global.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, ia melihat implementasi digitalisasi 4.0 di industri bisa menjadi solusi. Menurutnya, sektor industri justru tumbuh secara makro di atas pertumbuhan ekonomi pada masa pandemi. 

“Untuk 2023, kami akan mendorong 7 sektor industri utama agar mengimplementasikan program 4.0 sebagai alat pendukung bisnisnya. Kami optimistis, hal ini akan meningkatkan perekonomian Indonesia,” kata Dody dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (25/8/2022).

Sementara itu, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kemenperin Doddy Rahadi menjelaskan, Kemenperin menilai bahwa langkah PLN dalam melakukan transformasi digital merupakan upaya yang adaptif dan responsif dalam menjawab tantangan global.

Hal itu terlihat dari peran Superapps PLN Mobile yang mampu memudahkan pelanggan listrik dalam mengakses layanan kelistrikan. Selain itu, Doddy juga mengapresiasi langkah PLN dalam digitalisasi operasional. 

Menurut Doddy, upaya itu membuat PLN dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan lebih efisien dan andal dalam operasional kelistrikan.

"Untuk itu, kami menilai bahwa PLN layak mendapatkan skor 3,5. Skor itu sebenarnya adalah target capaian pada 2024. Namun, PLN justru mampu mengakselerasi target tersebut di tahun ini," ujar Doddy.

Urgensi transformasi digital

Deputi Bidang Sumber Daya Manusia, Teknologi dan Informasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Tedi Bharata menjelaskan, transformasi digital adalah salah satu prioritas yang terus didorong oleh kementerian. Hal ini dilakukan agar bisnis PLN bisa terangkai secara lebih efisien dan bisa memberikan pelayanan real-time.

“Arahan Menteri BUMN Erick Thohir sangat jelas bahwa kita harus berbenah dan melakukan transformasi digital. Peran PLN sangat sentral dan fundamental sehingga harus siap menghadapi era industri 4.0,” kata Tedi.

Lebih lanjut, Tedi juga menjelaskan bahwa PLN berperan besar dalam pengembangan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), mobil listrik, kendaraan listrik, dan suplai daya listrik itu sendiri.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan, dari 28 BUMN yang hadir dalam penyerahan sertifikat INDI 4.0, PLN menjadi salah satu penerima poin tertinggi. Raihan skor 3,5 menjadi salah satu bukti bahwa perseroan siap untuk menghadapi era industri 4.0.

“Target (skor) 3,5 ini sebenarnya dicanangkan oleh Kementerian BUMN untuk 2024. Namun, kami berhasil mencapainya tahun ini. Hal ini karena kami melakukan digitalisasi secara end-to-end. Mulai dari energi primer, pembangkit, transmisi, distribusi, retail, hingga beyond kilowatt-hour (kWh),” jelas Darmawan.

Dengan pencapaian itu, Darmawan turut mengucapkan terima kasih untuk pengakuan yang diberikan Kemenperin terhadap upaya transformasi yang dilakukan perseroan. Pihaknya akan terus melakukan perbaikan, khususnya dalam pelayanan pelanggan melalui PLN Mobile seiring pertambahan pengguna dan raihan rating aplikasi yang mencapai 4,8.

Darmawan menjelaskan bahwa PLN mendukung program Indonesia 4.0. Dukungan ini diwujudkan melalui inovasi, transformasi, dan efisiensi melalui platform digitalisasi, sesuai dengan arahan Menteri BUMN.

"Value chain dalam transformasi ini sangat panjang, mulai dari pembangkitan dan transmisi, hingga pelayanan pelanggan. Lalu, merambah juga ke sistem keuangan dan procurement. Kami akan melakukannya secara end-to-end. Kami bangga dengan acknowledgement ini,” tutur Darmawan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau