Advertorial

Terkait Wacana Akuisisi BTN, Ini Penjelasan Resmi BNI

Kompas.com - 27/08/2022, 21:49 WIB

KOMPAS.com — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memberikan penjelasan mengenai wacana akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) yang kini menjadi perbincangan.

Narasi akuisisi ini dinyatakan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Ma’ruf Amin pada kunjungannya ke Pondok Pesantren (Ponpes) Teknologi di Riau pada Kamis, 25 Agustus 2022.

Menanggapi hal tersebut, Corporate Secretary BNI melalui rilis resmi pada Sabtu (27/8/2022) menyampaikan, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk selalu mendukung rencana pengembangan bisnis yang dicanangkan pemerintah dengan mempertimbangkan aspek bisnis.

Upaya tersebut dilanggengkan BNI guna memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan serta dapat memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham serta negara.

Terkait wacana akuisisi BTN, ia mengaku belum ada arahan lebih lanjut yang membenarkan isu tersebut.

“Kami sampaikan, hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari pemegang saham untuk menjadikan akuisisi BTN sebagai aksi korporasi,” tegas Corporate Secretary BNI dikutip dari keterangan pers yang diterima Kompas.com.

Corporate Secretary BNI melanjutkan, kini pihaknya sedang berfokus pada eksekusi agenda corporate transformation yang telah dirumuskan perseroan.

“Saat ini, kami menempatkan prioritas pada optimalisasi kontribusi anak perusahaan. Kami sedang berfokus pada pengembangan beberapa rencana strategis di bank digital, securities, dan multifinance,” tegasnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau