Advertorial

Tembus 1 Juta Pendaftar, Langkah Awal Subsidi BBM Lebih Tepat Sasaran

Kompas.com - 31/08/2022, 19:56 WIB

KOMPAS.com – Sebagai badan usaha yang ditugaskan menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Patra Niaga berkomitmen dalam menyediakan Pertalite dan solar bagi kebutuhan masyarakat.

Selain memastikan ketersediaannya, PT Pertamina Patra Niaga juga terus melanjutkan inisiatif pendaftaran Program Subsidi Tepat sebagai upaya penyaluran subsidi yang lebih tepat sasaran. 

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting menjelaskan bahwa Program Subsidi Tepat bertujuan untuk mendata kendaraan yang menggunakan Pertalite dan solar. 

“Pertamina perlu mendata konsumsi BBM bersubsidi sehingga penyalurannya bisa lebih termonitor untuk mencegah kecurangan atau penyalahgunaan di lapangan,” ujar Irto dalam rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (31/8/2022).

Saat ini, kata Irto, pihaknya masih fokus pada pendaftaran dan sosialisasi untuk memastikan kesiapan sistem serta operasional di lapangan.

“Kami juga sambil terus memantau perkembangan revisi Peraturan Presiden No. 191 Tahun 2014 yang menjadi regulasi acuan penetapan penyaluran BBM bersubsidi,” jelas Irto. 

Hingga akhir Agustus 2022, lanjut Irto, sudah lebih dari 1 juta unit kendaraan yang didaftarkan dalam Program Subsidi Tepat.

“Persentase jenis kendaraan Pertalite hampir 70 persen, dan kendaraan pengguna solar subsidi yang didaftarkan meningkat menjadi lebih dari 30 persen,” tambahnya.

Ia menjelaskan, pengguna Pertalite yang mendaftar masih didominasi oleh pengguna pribadi. Sementara, komposisi pengguna solar cukup seimbang antara pengguna pribadi dan kendaraan umum,” imbuh Irto. 

Irto mengatakan, pihaknya mempermudah masyarakat untuk meningkatkan jumlah pendaftar. PT Pertamina Patra Niaga juga terus menambah titik booth pendaftaran langsung.

Pihaknya juga memastikan agar tidak ada kendala bagi pengguna yang mendaftarkan diri via online, baik melalui website subsiditepat.mypertamina.id maupun menu Subsidi Tepat di aplikasi MyPertamina.

“Ada lebih dari 1.300 titik booth pendaftaran offline yang tersebar di seluruh Indonesia. Lokasinya bisa dicek langsung melalui https://mypertamina.id/lokasi-pendaftaran-offline-bbm-subsidi-tepat. Selain mendorong masyarakat mendaftar, kami juga memastikan proses verifikasi berjalan dengan maksimal sehingga prosesnya bisa tepat waktu,” lanjut Irto.

Irto juga terus mengingatkan kepada masyarakat yang merasa berhak mendapatkan BBM subsidi agar segera mendaftarkan kendaraannya. PT Pertamina Patra Niaga juga saat ini sedang menguji coba kesiapan verifikasi Quick Response (QR) Code di beberapa titik.

Ke depan, Program Subsidi Tepat akan disinergikan dengan regulasi penetapan penyaluran BBM subsidi yang ditentukan pemerintah.

“Ini adalah langkah Pemerintah dan Pertamina dalam memastikan subsidi BBM menjadi lebih tepat sasaran. Ini juga jadi bentuk perlindungan kepada masyarakat yang memang berhak menikmati subsidi BBM, masyarakat rentan yang memang butuh energi dengan harga terjangkau untuk kebutuhan mereka,” tegas Irto.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Program Subsidi Tepat, masyarakat dapat mengecek media sosial resmi @ptpertaminapatraniaga, @mypertamina, website subsiditepat.mypertamina.id. Untuk akses yang lain, masyarakat juga serta dapat menghubungi Pertamina Call Center (PCC) pada nomor 135.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau