Advertorial

Bertandang ke Belanda, Erick Thohir: BNI Amsterdam Tangkap Peluang Pasar Global

Kompas.com - 03/09/2022, 17:18 WIB

KOMPAS.com – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menangkap peluang dengan mengoptimalkan kekuatan kantor cabang di luar negeri. Upaya ini dilakukan agar bisnis perbankan perseroan terus tumbuh.

Dengan memanfaatkan jaringan internasional, perseroan memboyong nasabah di kancah internasional sekaligus menarik investor ke Indonesia.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, BNI memiliki tugas untuk membawa pelaku usaha indonesia masuk ke level kompetisi yang lebih tinggi di kancah global.

Hal itu disampaikan Erick dalam kunjungannya ke BNI Representative Office Amsterdam (BNI Amsterdam) di Amsterdam, Belanda, Jumat (2/9/2022).

Tak sekadar pembiayaan, lanjut Erick, BNI juga bertugas melakukan pendampingan berkelanjutan guna memastikan potensi ekspansi internasional digarap secara optimal.

"Kantor representatif BNI Amsterdam merupakan wujud nyata dari BUMN bersama BNI untuk membuat pelaku usaha Indonesia tidak hanya jago kandang," ujar Erick dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (3/9/2022).

Lebih lanjut, Erick menyampaikan bahwa BNI dapat mengoptimalkan potensi usaha para diaspora Indonesia di Belanda, khususnya pada bidang kuliner.

Erick menyebut, saat ini, terdapat 420 diaspora Indonesia yang memiliki usaha restoran di Belanda dan membutuhkan banyak dukungan, khususnya dari sisi bahan baku.

Sebagai bentuk dukungan, BNI dapat menghubungkan diaspora pelaku usaha restoran dengan para pemasok bahan baku di Indonesia yang memiliki harga terjangkau.

“Tujuan BNI dengan kantor representatif Amsterdam ini untuk merajut kembali hubungan dengan diaspora yang merupakan potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan, enggak boleh ditinggalkan," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Corporate and International Banking BNI Silvano Rumantir mengatakan, perseroan berupaya menghadirkan solusi dan layanan yang lebih baik dengan target nasabah domestik dan luar negeri. Pihaknya juga menyempurnakan model operasi untuk meningkatkan produktivitas dan hasil dari mitra BNI.

"Representative Office Amsterdam BNI ini masih baru, tapi kami telah menerima apresiasi dan ajakan kerja sama yang cukup banyak. Kami yakin, kantor ini akan menjadi salah satu engine untuk mendorong kinerja international banking BNI," katanya.

Silvano menambahkan, BNI Amsterdam pada tahap awal fokus melakukan riset pasar, pemetaan bisnis, dan menyediakan layanan dukungan kepada nasabah BNI.

Selain itu, perseroan juga menjalin hubungan serta bertukar informasi dengan lembaga keuangan lain.

“BNI Amsterdam bertugas membantu BNI London dalam mencapai pipeline pinjaman korporasi dan diaspora lokal sekaligus mempromosikan perdagangan dan investasi antara Belanda,” imbuhnya.

Tak hanya itu, BNI Amsterdam juga akan mengadakan acara pertemuan perusahaan dengan BUMN dan kedutaan besar lain di Eropa.

Kantor representatif BNI itu juga akan melakukan banyak kunjungan kepada diaspora Indonesia di negara Uni Eropa selain Belanda untuk memperluas jaringan dan hubungan

"Tentunya, secara bisnis beberapa target yang akan kami capai di awal periode pembukaan ini adalah peningkatan kinerja loan and trade dari korporasi dan diaspora, bisnis matching untuk mitra BNI Xpora, serta meningkatkan bisnis remitansi," jelasnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau