Advertorial

Bhumi Varta Technology Kembangkan Aplikasi Digital untuk Sukseskan Indonesia Bertutur 2022

Kompas.com - 09/09/2022, 16:45 WIB

KOMPAS.com - Perusahaan penyedia perangkat lunak, Bhumi Varta Technology, bersama PT Mitreka Solusi Indonesia menjadi technology provider untuk kegiatan Festival Indonesia Bertutur 2022.

Kegiatan tersebut diadakan di Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah (Jateng), pada Rabu (7/9/2022) hingga Minggu (11/9/2022).

Demi memperlancar penyelenggaraan acara dan mempermudah pengunjung festival dalam mencari informasi, kedua pihak telah mengembangkan aplikasi Indonesia Bertutur.

Adapun untuk membantu pengguna dalam mengetahui ragam akomodasi yang tersedia di kawasan Candi Borobudur, aplikasi Indonesia Bertutur telah dilengkapi dengan data geospasial.

Tak hanya itu, aplikasi tersebut juga menggunakan teknologi location intelligence yang memungkinkan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dapat melihat pola kunjungan untuk setiap acara dan menganalisis faktor yang memengaruhinya.

Informasi tersebut nantinya dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dalam penyelenggaran festival serupa di masa mendatang.

Kehadiran aplikasi Indonesia Bertutur pun direspons positif oleh para pengunjung yang hadir dalam acara Indonesia Bertutur, salah satunya Asa. Pria asal Kebumen ini mengatakan bahwa penggunaan aplikasi Indonesia Bertutur sangat mudah. Utamanya, ketika melakukan proses login dan pendaftaran.

Untuk diketahui, kurang dari 24 jam sejak dirilis, aplikasi Indonesia Bertutur sudah diunduh dan dipakai oleh 30.000 pengguna.

“Aplikasinya gampang digunakan, mudah disesuaikan di semua smartphone, dan mempermudah pengunjung untuk masuk ke festival,” ujar Asa dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (9/9/2022).

Sebagai informasi, kegiatan Indonesia Bertutur 2022 hadir dengan tema “Mengalami Masa Lalu, Menumbuhkan Masa Depan”. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara pada bidang kebudayaan di Presidensi Group of Twenty (G20) Indonesia.

Adapun penyelenggaraan festival Indonesia Bertutur bertujuan untuk menjadi wadah berkelanjutan dalam menjaga budaya.

Selain itu, festival tersebut juga diharapkan dapat memberikan dampak positif pada sektor pariwisata dan bisa membantu kembali meningkatkan aktivitas perekonomian di area Candi Borobudur.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau