Advertorial

Kembangkan Ekonomi Kreatif Setelah Pandemi, Monumen Pers Nasional Gelar Pameran Foto Internasional

Kompas.com - 09/09/2022, 20:31 WIB

KOMPAS.com – Monumen Pers Nasional menggelar pameran foto internasional di Monumen Pers Nasional, Jalan Gajah Mada Nomor 59, Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah. Pameran ini digelar selama satu bulan sejak Sabtu (3/9/2022) hingga Jumat (30/9/2022).

Pameran tersebut mengangkat tema “Padma Candrageni”. Kata “padma” memiliki arti “teratai”. Bunga ini merupakan gambaran Candi Borobudur jika dilihat dari atas. Sementara itu, “candrageni” merupakan nama asli Gunung Merapi.

Oleh karenanya, pameran tersebut menampilkan sejumlah foto yang menggambarkan keindahan Candi Borobudur dan Gunung Merapi. Tak hanya itu, pameran ini juga menghadirkan sejumlah koleksi foto yang berasal dari luar negeri. Beberapa di antaranya menyajikan pemandangan benua Eropa.

Dalam sambutan pembukaan pameran, Kepala Monumen Pers Nasional Widodo Hastjaryo menjelaskan, terdapat 118 foto yang dipamerkan.

“Foto-foto tersebut merupakan karya 103 fotografer dari 22 negara,” ujar Widodo dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (9/9/2022).

Menurut Widodo, fotografi yang menampilkan keindahan Indonesia merupakan salah satu karya yang mendapat apresiasi besar.

Melalui pameran tersebut, pihaknya berharap agar sektor ekonomi kreatif (ekraf) di Indonesia, termasuk di kawasan Candi Borobudur dan Gunung Merapi, bisa bertumbuh setelah sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Widodo juga berharap agar pameran tersebut bisa menarik minat wisatawan untuk mengunjungi Museum Pers Nasional. Terlebih, saat ini, telah tersedia aplikasi pengelolaan data yang memudahkan wisatawan untuk berkunjung.

Sementara itu, Dewan Kurator Museum Pers Nasional, Risman Marah, menceritakan dasar penyelenggaraan pameran tersebut.

“Selama pandemi Covid-19, saya sering berkunjung ke Gunung Merapi. Saya memotret momen ketika Gunung Merapi menggugurkan laharnya,” ucap Risman.

Dalam kesempatan itu, Risman juga mewakili sambutan yang disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Menurut Ganjar, pameran foto merupakan salah satu bentuk “social healing” dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19. Ganjar berharap agar pameran tersebut dapat dikunjungi masyarakat, baik yang berada di wilayah Surakarta maupun sekitarnya.

Sambutan dilanjutkan oleh Direktur Informasi dan Komunikasi Politik Hukum dan Keamanan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Bambang Gunawan.

Menurut dia, kegiatan tersebut tidak terbatas ditujukan pada komunitas fotografi. Komunitas-komunitas lain pun patut meniru kegiatan serupa demi pengembangan sektor ekraf.

Setelah itu, acara dilanjutkan pembukaan pameran secara simbolis dengan pemotongan pita oleh Widodo, Bambang, dan Ketua Panitia Pameran Fotografi Internasional Bara-Api Teguh Santoso.

Acara kemudian dilanjutkan dengan talk show bertema “Pengembangan Kompetensi ASN Pasca Pandemi Covid-19”.

Talk show itu menghadirkan dua narasumber dari Lembaga Administrasi Negara (LAN), yakni Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Caca Syahroni serta Analis Kebijakan Ahli Madya Pusat Pengembangan Kompetensi Kepemimpinan Nasional dan Manajerial ASN Deny Junanto

Seperti diketahui, pandemi Covid-19 berdampak bagi seluruh aspek kehidupan, termasuk kebijakan pelayanan publik yang dilakukan pemerintah kepada masyarakat.

Menurut Caca, aparatur sipil negara (ASN) dan birokrasi perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi demi bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19.

“Mereka perlu mengubah mental dan mindset guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Terlebih, Indonesia juga tengah bersiap menghadapi transformasi digital,” jelas Caca.

Deny menambahkan, teknologi digital sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Oleh sebab itu, ASN dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif.

“ASN yang kreatif dan inovatif di era digital akan memudahkan layanan kepada masyarakat,” kata Deny.

Sebagai informasi, pembukaan pameran foto “Padma Candrageni” juga dihadiri oleh jajaran direktur di Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo, Kepala LAN Adi Suryanto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta Gatot Sutanto, sejumlah fotografer, pengelola museum se-Solo Raya, warga sekitar, serta sejumlah pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Kota Solo.

Acara tersebut ditutup dengan penampilan musik yang menyajikan sejumlah tembang kenangan.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau