Advertorial

LPDB-KUMKM Dukung Sinergi Kemenkop UKM-Dekranas untuk Berdayakan UMKM Kriya Lewat Koperasi

Kompas.com - 10/09/2022, 21:18 WIB

KOMPAS.com – Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) bersama Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi Usaha Kecil Menengah (KUKM) Smesco Indonesia, Yayasan Perempuan Tangguh Indonesia (PTI), WhatsApp Indonesia, dan UKM Indonesia, mendukung penuh gelaran Cerita Kriya bertajuk “Perajin Berdaya, Indonesia Bangkit” di Gedung Art Bali, Bali Collection, Nusa Dua, Bali, Kamis (8/9/2022).

Acara tersebut merupakan program kolaborasi Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Bidang Pendanaan yang bertujuan untuk mengembangkan UMKM daerah agar bisa terhubung ke dalam ekosistem bisnis dari hulu ke hilir. Adapun UMKM yang didukung meliputi perajin kriya dan wastra, serta pelaku UMKM penyandang disabilitas.

Pada acara tersebut, turut hadir tersebut Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki dan Ketua Umum Dekranas Pusat Wury Ma'ruf Amin.

Terdapat sejumlah program menarik dihadirkan pada acara Cerita Kriya, seperti perluasan akses kredit usaha rakyat (KUR), pendampingan pengembangan kapasitas pelaku UMKM di bidang manajerial sumber daya manusia (SDM), dan business matching UKM anggota koperasi.

Ada pula penyerahan dana bergulir dari LPDB-KUMKM, pembuatan nomor induk berusaha (NIB) bagi pelaku usaha mikro, dan peluncuran chatbot WhatsApp bernama Tumbuh JagoWAn.

Direktur LPDB-KUMKM Supomo mengatakan, pihaknya akan turut menjadi pilar program tersebut dengan penguatan ekosistem bisnis kriya melalui koperasi. Menurutnya, dibutuhkan campur tangan dari seluruh kolaborator agar tujuan program kolaborasi tersebut bisa terwujud.

“Kita harus bersinergi, tidak bisa jalan sendiri-sendiri," ujar Supomo dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (9/9/2022).

Lebih lanjut, Supomo menjelaskan, pemilihan Bali sebagai pusat kegiatan Cerita Kriya adalah untuk mendukung program pemerintah dalam pemulihan perekonomian Pulau Dewata sekaligus membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (ekraf) Indonesia.

Oleh karena itu, sambungnya, LPDB-KUMKM akan terus melakukan penguatan permodalan kepada koperasi-koperasi yang juga mengayomi subsektor kriya di Bali.

Pada acara tersebut, LPDB-KUMKM juga menampilkan produk-produk unggulan yang dihasilkan anggota koperasi yang menjadi mitranya, yakni Koperasi Jujur Utama Mandiri dari Bali yang mengusung UKM perajin binaan tenun ikat Sri Sedana, Devano Silver dengan produk perak, dan Kios Panca Jaya dengan kerajinan tas.

Penyaluran dana bergulir

Aktivitas pengunjung pada gelaran Cerita KriyaDok. LPDB-KUMKM Aktivitas pengunjung pada gelaran Cerita Kriya

Salah satu bukti konkret dukungan LPDB-KUMKM terhadap upaya pemulihan ekonomi langsung diimplementasikan melalui penyaluran dana bergulir kepada lima koperasi di Bali.

Kelima koperasi tersebut adalah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sari Sedana Luwih dengan nominal dana bergulir sebesar Rp 3 miliar, Koperasi Konsumen Lumbung Merta Sari sebesar Rp 3 miliar, KSP Puskop Jagadhita Kabupaten Badung Rp 4,9 miliar, KSP Sari Sedana Bali Rp 4,95 miliar, dan KSP Werdhi Mekar Sari Sedana Rp 4 miliar.

Dana bergulir tersebut, kata Supomo, akan bernilai ekonomi bagi para anggota koperasi yang merupakan pelaku UMKM sektor kuliner, fesyen, kriya, dan jasa pariwisata di Bali.

"Hal ini seiring dengan pertumbuhan perekonomian Bali yang sudah mulai pulih," ujarnya.

Pada kesempatan sama, dana bergulir juga diserahkan secara simbolis oleh Menkop UKM Teten kepada tiga mitra LPDB-KUMKM.

Ketiga mitra tersebut terdiri dari Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Al Hidayah Ummat Sejahtera dari Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) sebesar Rp 3 miliar, Koperasi Konsumen Katala Batu Hijau dari Sumbawa Barat, NTB Rp 4,5 miliar, serta KSPPS Nur Indah Abadi Jember, Jawa Timur (Jatim) Rp 2 miliar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau