Advertorial

Adu Kuat, Bupati Kediri Kewalahan Ditarik Kepala Dinas

Kompas.com - 12/09/2022, 10:54 WIB

KOMPAS.com - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengikuti perlombaan tarik tambang bersama dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) Ke-39 di lapangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, Jumat (9/9/2022).

Bupati yang akrab disapa Mas Dhito itu mengatakan, keterlibatan dalam perlombaan itu menunjukkan bahwa tidak ada jarak antara dirinya dengan Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan jajaran pegawai di lingkungan Pemkab Kediri.

"Harapannya, tentu tidak boleh berjarak antara kepala daerah. Dalam hal ini, saya selaku bupati, dengan jajaran kepala dinas," kata Mas Dhito dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Jumat.

Momen kebersamaan itu, kata Mas Dhito, sangat dibutuhkan di dalam pemerintahan untuk melayani masyarakat. Melalui kebersamaan, jalannya pemerintahan dalam menjalankan roda pembangunan akan lebih maksimal.

Jajaran SKPD Pemkab Kediri mengikuti perlombaan tarik tambang bersama dalam rangka memperingati Haornas ke-39 di Lapangan Pemkab Kediri, Jumat (9/9/2022)Dok. Pemkab Kediri Jajaran SKPD Pemkab Kediri mengikuti perlombaan tarik tambang bersama dalam rangka memperingati Haornas ke-39 di Lapangan Pemkab Kediri, Jumat (9/9/2022)

Pada perlombaan tersebut, Mas Dhito bersama kelompoknya saling tarik menarik dengan kelompok lain. Meski adu kuat, perlombaan tarik tambang itu mengajarkan tentang kekompakan serta kebersamaan antarindividu dan solidaritas.

Begitu pula dalam mengikuti lomba memindahkan tepung secara estafet melewati atas kepala. Meski bermandikan tepung, Mas Dhito bersama para kepala dinas dan peserta lomba yang lain dari tiap SKPD tampak bahagia.

"Tujuan saya menjadi seorang kepala daerah bukanlah untuk disegani ataupun ditakuti, melainkan untuk dicintai oleh kepala-kepala dinas saya," ungkap Mas Dhito.

Mas Dhito berharap, pihaknya dapat menggelar kegiatan olahraga, seperti bulu tangkis, yang melibatkan jajaran SKPD di luar agenda Haornas.

Usai perlombaan secara berkelompok selesai, Mas Dhito bersama Kepala SKPD secara individu mengikuti lomba makan biskuit yang diletakkan di wajah tanpa dipegang.

Perlombaan itu pun menjadi penghujung acara sebelum akhirnya ditutup dengan penyerahan hadiah bagi para pemenang.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau