Advertorial

Prof I Nengah Duija Resmi Dilantik Jadi Dirjen Bimas Hindu Kemenag

Kompas.com - 18/09/2022, 16:14 WIB

KOMPAS.com – Prof Dr Drs I Nengah Duija, M.Si resmi menjabat sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu setelah dilantik oleh Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas di Auditorium H M Rasjidi, Jakarta Pusat, Jumat (16/9/2022).

Dalam visi dan misinya, Duija mengaku ingin membangun Hindu seluruh Nusantara yang aspiratif terhadap nilai kearifan lokal secara adil serta tanpa diskriminasi dan perbedaan.

Ia juga ingin melaksanakan kajian mengenai situasi sosial yang berkembang dalam proses pengambilan keputusan.

“Saya ingin ada big data yang transparan dan bisa diakses oleh umat Hindu di seluruh Indonesia serta pembenahan tata kelola organisasi yang sehat,” kata Duija, dikutip dari keterangan pers yang diterima Kompas.com.

Duija melanjutkan, sebagai Dirjen Bimas Hindu baru, dia ingin semua komponen umat Hindu bersatu dengan semangat yang sama dalam membangun dan memajukan Hindu Nusantara.

Diketahui, Duija sebelumnya menjabat sebagai Guru Besar Mata Kuliah Antropologi Budaya pada Kelompok Jabatan Fungsional Pascasarjana UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.

Ia sempat terlibat aktif dalam organisasi Majelis Kebudayaan Bali dengan jabatan Ketua Komisi Penguatan Objek Sakral pada 2021.

Duija mengawali karier sebagai aparatur sipil negara (ASN) pada 2001 dengan jabatan Asisten Ahli di Unit Peneliti dan Pengabdian Masyarakat berpangkat Penata Muda Tk.I Golongan III/b Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar. Kini dia menjabat sebagai Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama (Kemenag) dengan Pembina Utama Golongan IV/e.

Secara histori pendidikan, pria kelahiran Bangli, 31 Desember 1967 itu memperoleh gelar S1 Sastra pada 1991. Ia melanjutkan pendidikan S2 Kajian Budaya pada 2000 dan S3 Kajian Budaya pada 2005 di Universitas Udayana, Bali.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau