Advertorial

Mediasi Pendemo, Bupati Kediri: Pemimpin Itu Melayani, Bukan Dilayani

Kompas.com - 20/09/2022, 11:12 WIB

KOMPAS.com - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mendatangi warga yang berunjuk rasa di Kantor Desa Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Senin (19/9/2022). Adapun kedatangan bupati yang akrab disapa Mas Dhito ini bertujuan untuk melakukan mediasi atas tuntutan warga.

Seraya duduk lesehan di kantor desa, Mas Dhito berupaya mendengarkan aspirasi warga. Dalam tuntutannya, warga menginginkan Kepala Desa Kepung untuk turun dari jabatannya karena dianggap tidak transparan dalam menggunakan anggaran desa.

Merespons aspirasi tersebut, Mas Dhito mengatakan bahwa sebagai pemimpin, mulai dari kepala desa, camat, hingga bupati, harus mampu melayani masyarakat.

“Bahwa kepala desa, pak camat, bupati, gubernur, presiden itu bukan untuk dilayani, tapi melayani masyarakatnya,” katanya dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Senin.

Dari unjuk rasa tersebut, kata Mas Dhito, pihaknya akan mengumpulkan bukti-bukti terkait keluhan warga untuk dikaji oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri.

“Kami kumpulkan (terlebih dahulu) bukti-buktinya. Demo hari ini menjadi dasar Inspektorat (Kabupaten Kediri) untuk memanggil pihak desa,” kata Mas Dhito.

Kemudian, lanjut Mas Dhito, pihaknya akan memeriksa beberapa aspek yang menjadi aspirasi warga pendemo, yakni terkait penyaluran dana Covid-19. Hal ini termasuk pembentukan Tim Pertimbangan Percepatan Pembangunan (TP3) Desa Kepung.

“Kami akan cek pembentukan tim TP3 Desa Kepung ini apakah sudah ada Peraturan Desa (Perdes) atau belum, lalu yang berikutnya adalah pelayanan,” terang bupati muda itu.

Mas Dhito menegaskan, jika terbukti ada pelanggaran, Pemkab Kediri akan memberikan sanksi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Desa.

"Dalam hal ini, bupati tidak bisa serta-merta memberikan sanksi. Harus ada dasar dan acuan. Kalau memang betul-betul terbukti, (pihak yang terlibat akan diberikan sanksi sesuai aturan),” tegasnya.

Sementara itu, koordinator lapangan pendemo, Khoiri, mengatakan bahwa unjuk rasa dilakukan karena masyarakat Desa Kepung merasa tidak puas dengan kepemimpinan kepala desa tersebut. Kepala Desa Kepung dinilai tidak transparan dalam menggunakan dana desa.

“Masyarakat, tokoh masyarakat, ataupun Rukun Tetangga (RT) tidak tahu laporan pertanggungjawaban sampai hari ini,” ucapnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau