Advertorial

Pertamina Jamin Kualitas Pertalite Sesuai Aturan Pemerintah

Kompas.com - 21/09/2022, 16:41 WIB

KOMPAS.com – PT Pertamina (Persero) menegaskan bahwa kualitas bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite (kadar oktana/RON 90) tidak berubah.

Spesifikasi Pertalite yang dipasarkan melalui lembaga penyalur resmi di Indonesia telah sesuai dengan Keputusan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Nomor 0486.K/10/DJM.S/2017 tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) Bahan Bakar Minyak Jenis Bensin 90 yang Dipasarkan di Dalam Negeri. 

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting menjelaskan bahwa beleid tersebut mengatur tingkat penguapan suhu kamar Pertalite melalui pengujian parameter reid vapor pressure (RVP).

“Saat ini, hasil uji RVP dari Pertalite yang disalurkan dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina masih dalam batas yang diizinkan, yaitu dalam rentang 45 sampai dengan 69 kilopascal (kPa),” ujar Irto dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (21/9/2022). 

Lebih lanjut, Irto memastikan seluruh produk BBM yang disalurkan melalui lembaga penyalur resmi, seperti stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan Pertashop, sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan peraturan pemerintah.

“Melalui kontrol kualitas, produk yang tidak sesuai spesifikasi tidak akan disalurkan ke lembaga penyalur,” tuturnya.

Irto juga mengimbau konsumen untuk melakukan pembelian BBM di lembaga penyalur resmi, seperti SPBU dan Pertashop, agar produk BBM yang diperoleh terjamin kualitas dan keamanannya.

Kemudian, masyarakat juga diimbau untuk mengisi BBM yang sesuai dengan ketentuan buku panduan kendaraan bermotor. Pasalnya, pabrikan telah menyesuaikan jenis bahan bakar dengan mesin kendaraan.

Oleh sebab itu, penggantian jenis BBM dengan kadar oktana (RON) yang berbeda tidak direkomendasikan.

“Sebaiknya pengendara selalu konsisten dalam memilih bahan bakar yang berkualitas agar mesin kendaraan selalu awet dan terawat. Lebih aman menggunakan bahan bakar berkualitas dengan oktana atau cetane yang direkomendasikan oleh pabrikan agar mesin dapat bekerja secara maksimal,” tegas Irto.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau