Kabar pos

Pos Indonesia Kebut Penyaluran BLT BBM di Daerah 3T

Kompas.com - 22/09/2022, 14:19 WIB

KOMPAS.com - PT Pos Indonesia (Persero) diberi target pemerintah untuk menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) bahan bakar minyak (BBM) dalam waktu dua minggu di seluruh Indonesia.

Hingga Kamis (22/9/2022), Pos Indonesia telah menyalurkan BLT BBM kepada 19.035.373 dari total 20,62 juta keluarga penerima manfaat (KPM).

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Bisnis, Jaringan, dan Layanan Keuangan Pos Indonesia Tonggo Marbun mengatakan, pihaknya bersyukur karena penyaluran BLT BBM telah mencapai 92,28 persen dari total 20,62 juta KPM dalam waktu dua minggu.

“Penyaluran tersebut pun menuai apresiasi karena penerapan sistem yang baik, langsung dirasakan oleh masyarakat, dan membantu meningkatkan daya beli," kata Tonggo dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (22/9/2022).

Tonggo melanjutkan bahwa untuk mengejar sisa target penyaluran BLT BBM, Pos Indonesia berfokus pada penyaluran di daerah tertinggal, terdepan, serta terpencil (3T).

Upaya tersebut bukan merupakan hal mudah, mengingat petugas juru bayar Pos harus menghadapi medan topografi dalam konteks geografi dan faktor alam yang bisa mengancam keselamatan.

Penyaluran BLT BBM di daerah 3T bergantung pada cuaca. Pos Indonesia sendiri menggunakan dua moda transportasi darat dan air, baik sungai maupun laut.

Ketika terjadi perubahan cuaca, petugas juru bayar Pos harus mengubah jadwal serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah (pemda) setempat.

Selain itu, Pos Indonesia juga menerjunkan tim khusus dalam menyalurkan BLT BBM di daerah 3T. Pasalnya, perseroan harus berhadapan dengan medan yang berat dan menantang. Tak jarang, petugas juru bayar mengalami suka dan duka selama menyerahkan bantuan di kawasan ini.

Plt Direktur Bisnis, Jaringan, dan Layanan Keuangan Pos Indonesia Tonggo Marbun. DOK. Pos Indonesia Plt Direktur Bisnis, Jaringan, dan Layanan Keuangan Pos Indonesia Tonggo Marbun.

“Mereka mengalami berbagai tantangan di lapangan, mulai dari kehabisan bekal hingga menahan lapar dan dahaga dalam waktu cukup lama. Hebatnya, teman-teman pejuang bansos dapat mengantarkan ke KPM di daerah 3T. Teman-teman bersemangat karena begitu melihat wajah penuh syukur KPM, mereka ikut senang," tuturnya.

Salah satu daerah 3T yang cukup menantang, lanjut Tonggo, adalah wilayah Papua. Pasalnya, kawasan di ujung timur Indonesia ini memiliki kondisi topografi yang terdiri atas lereng, lembah, daratan, serta gunung. Hal ini membuat penyaluran BLT BBM di Papua memerlukan penanganan tersendiri.

Untuk itu, Pos Indonesia pun telah melakukan pemetaan atau identifikasi data lokasi tempat tinggal KPM. Selanjutnya, perseroan mengumpulkan KPM di titik dekat lokasi. Strategi ini terbukti efektif dalam penyaluran bantuan di Papua.

Alhasil, pihaknya dapat menyelesaikan penyaluran BLT BBM untuk 2,9 juta KPM dalam satu hari di Papua.

“Saya senang karena progres penyaluran bantuan kian positif. Sekarang, KPM yang belum menerima bantuan tinggal 21 persen. Pasalnya, penyaluran bantuan tidak bisa dilakukan di Kantor Pos dan komunitas di beberapa kabupaten, seperti Papua, Papua Barat, serta provinsi lain yang masuk kategori 3T," katanya.

Komitmen Pos Indonesia

Tonggo menegaskan, Pos Indonesia memegang teguh komitmen untuk menyalurkan BLT BBM secara tepat waktu dan sasaran.

Pihaknya memastikan, penyaluran BLT BBM dilakukan secepatnya agar KPM bisa segera menerima manfaatnya dan meningkatkan daya beli.

Selain itu, Pos Indonesia juga mengedukasi para penerima BLT BBM bahwa uang yang diberikan tidak dipotong sepeser pun. Pos Indonesia juga menginformasikan bahwa bantuan tidak ditujukan untuk membeli rokok, minuman keras, serta pulsa.

“Pos Indonesia juga membantu saat penyaluran di Kantor Pos dan titik komunitas. Kami melibatkan aparat setempat untuk memastikan tidak ada oknum yang berjualan di lokasi penyaluran dan mengarahkan KPM untuk membeli sembako di situ," katanya.

Salah satu penerima BLT BBM, Sriani, merasa bersyukur dengan adanya bantuan dari pemerintah di tengah kenaikan harga BBM. Pasalnya, warga Desa Pekuncen, Kecamatan Panggungrejo, Pasuruan, Jawa Timur, ini hanya bisa berbaring di tempat tidur akibat penyakit yang dideritanya.

Petugas Pos Indonesia menyalurkan BLT BBM secara door To Door ke rumah warga Desa Pekuncen, Kecamatan Panggungrejo, Pasuruan, Jawa Timur. DOK. Pos Indonesia Petugas Pos Indonesia menyalurkan BLT BBM secara door To Door ke rumah warga Desa Pekuncen, Kecamatan Panggungrejo, Pasuruan, Jawa Timur.

Wanita berusia 85 tahun tersebut hidup sebatang kara setelah sang suami meninggal 10 tahun silam. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, ia mengandalkan bantuan dan pemberian tetangga.

Pos Indonesia hadir untuk mengantarkan langsung BLT BBM dan bansos sembako sejumlah Rp 500.000 ke rumah wanita yang akrab disapa Mbah Sri itu. Ia pun tampak bahagia setelah menerima bantuan ini.

"Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Presiden Indonesia Joko Widodo, Kementerian Sosial, PT Pos Indonesia dalam bentuk bantuan tunai untuk memenuhi kebutuhan hidup," ucap Mbah Sri.

Tak hanya Mbah Sri yang bahagia menerima bantuan, para petugas yang menyalurkan bantuan pun turut senang. Para petugas mendatangi setiap pintu rumah ke pintu rumah lain untuk menyalurkan BLT BBM dan sembako kepada KPM.

“Walaupun cuaca terik dan hujan, niat dan tekad kami tak pernah surut untuk menebar kebaikan," ujar salah seorang petugas dari Kantor Cabang Utama (KCU) Pos Indonesia.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau