Advertorial

Dinilai Masih Undervalue, BRI Lakukan Buyback Saham

Kompas.com - 26/09/2022, 19:21 WIB

KOMPAS.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melakukan aksi korporasi buyback saham. 

Melalui agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dilakukan pada Selasa (1/3/2022), BRI telah mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan buyback saham senilai Rp 3 triliun. 

Adapun buyback dilaksanakan dalam kurun waktu 18 bulan sejak disetujuinya aksi korporasi tersebut, yaitu pada 1 Maret 2022 hingga 31 Agustus 2023.

Head of Research Mirae Sekuritas Indonesia Hariyanto Wijaya mengungkapkan bahwa aksi korporasi buyback saham dengan kode BBRI itu menunjukkan keyakinan manajemen bahwa harga sahamnya saat ini masih undervalued.

Dalam riset bulanan yang dilakukan pada Selasa (6/9/2022), Hariyanto dan Analis Mirae Asset Sekuritas Jennifer A Harjono meyakini bahwa kinerja sektor keuangan akan tetap tangguh di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). 

Hal tersebut, kata Hariyanto, didukung oleh meningkatnya pertumbuhan kredit seiring dengan pemulihan ekonomi.

“BBRI akan mendapat keuntungan dari pengetatan kebijakan moneter. Dengan kenaikan suku bunga, Mirae Asset Sekuritas memperkirakan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) BBRI akan meningkat,” kata Hariyanto dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (26/9/2022).

Sementara itu, Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu menjelaskan bahwa tujuan buyback saham oleh BRI dilakukan untuk meningkatkan sense of ownership Insan BRILian–sebutan untuk karyawan BRI–terhadap perseroan. Hal ini diharapkan dapat mendongkrak kinerja perseroan secara fundamental.

Hal itu disampaikan oleh Viviana dalam acara Public Expose Live yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia pada Rabu (14/9/2022).

“Tujuan dari aksi korporasi tersebut digunakan untuk program kepemilikan saham bagi para pekerja BRI, yaitu melalui program Employee Stock Allocation (ESA) atau Employee Stock Option Plan (ESOP)," jelas Viviana.

Lebih lanjut, Viviana menjelaskan bahwa melalui program tersebut, BRI akan memberikan insentif non-cash untuk lebih meningkatkan motivasi pekerja yang pada akhirnya meningkatkan kinerja perusahaan secara berkelanjutan.

Buyback akan terus kami lakukan agar saham treasury stock ini akan diberikan sebagai insentif jangka panjang bagi seluruh pekerja BRI,” ujar Viviana.

Tujuan dari aksi korporasi tersebut digunakan untuk program kepemilikan saham bagi para pekerja BRI, yaitu melalui program Employee Stock Allocation (ESA) atau Employee Stock Option Plan (ESOP). Dok. BRI Tujuan dari aksi korporasi tersebut digunakan untuk program kepemilikan saham bagi para pekerja BRI, yaitu melalui program Employee Stock Allocation (ESA) atau Employee Stock Option Plan (ESOP).

Tingkatkan kualitas

Pada kesempatan sama, Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan bahwa kebijakan manajemen BRI menempuh aksi korporasi buyback memang dilakukan untuk meningkatkan kualitas, kompetensi, dan engagement karyawan terhadap perusahaan.

“Melalui aksi korporasi ini, mindset Insan BRILian diharapkan mengarah pada tujuan yang sama dengan visi perusahaan, yakni merealisasikan aspirasi BRI untuk menjadi The Most Valuable Banking Group in South East Asia dan Champion of Financial Inclusion pada 2025,” jelas Sunarso.

Sementara itu, Sunarso menjelaskan bahwa ESOP merupakan reward bagi karyawan. Sebab, menurutnya, Insan BRILian yang bisa memberikan value terbaik kepada perusahaan berhak mendapatkan bonus.

Adapun bonus yang diberikan dibagi dalam tiga kategori, yaitu uang tunai, investasi individu untuk meningkatkan meningkatkan kompetensi dan kapabilitas melalui pelatihan dan pendidikan yang berkualitas, serta kepemilikan saham.

Saat ini, bonus ESOP diberikan karena porsi saham BBRI yang dimiliki oleh karyawan masih kurang dari 1 persen.

“Jadi, insyaallah, kami akan terus melakukan buyback (saham) supaya karyawan BRI makin engage, berkompetensi, memiliki daya saing, dan mampu memberikan nilai untuk perusahaan,” ujar Sunarso.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau