Advertorial

Hadirkan Wamen BUMN, GFF 2022 Soroti Transisi Energi hingga Tata Kelola Kolaboratif

Kompas.com - 28/09/2022, 17:09 WIB

KOMPAS.com – Pijar Foundation menyelenggarakan Global Future Fellows (GFF) 2022 di Sofitel Nusa Dua, Bali, Selasa (27/9/2022).

Sebagai informasi, GFF merupakan program fellowship yang bertujuan mendorong sinergi antara sektor publik, privat, dan komunitas dalam proses transisi energi.

Mengusung tema “Safeguarding Indonesia’s Energy Transition”, gelaran tersebut diharapkan dapat menghasilkan rencana aksi bersama atau action roadmap bersifat praktis untuk memimpin beragam pemain kunci ke arah yang sama dalam transisi energi.

Sebagai informasi, transisi energi bersih di Indonesia adalah kunci untuk mendiversifikasi ekonomi dan menciptakan pertumbuhan negara yang merata.

Rangkaian GFF dimulai dengan residensi selama lima hari, mulai dari Selasa hingga Jumat (30/9/2022) yang melibatkan 36 pemain strategis atau GFFellows. Adapun GFFellows yang berpartisipasi berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jakarta, Makassar, Sumba, dan Yogyakarta.

Para GFFellows tersebut mewakili hampir 30 organisasi di sektor energi dengan tujuan menjaga proses transisi energi yang adil dan inklusi. Acara tersebut juga menghadirkan pembicara dari Australia dan Selandia Baru.

Dalam sambutannya, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia Pahala Mansury mengapresiasi Pijar Foundation yang telah menginisiasi acara GFF.

Ia mengatakan bahwa Indonesia memiliki target untuk menjadi salah satu dari lima negara dengan ekonomi terbesar pada 2045. Bakan, Indonesia dinilai dapat mencapai target tersebut lebih cepat.

“Kuncinya, terletak pada transisi hijau, khususnya dekarbonisasi sektor ekonomi dan transisi energi, untuk mempercepat pencapaian target Indonesia. (Maka dari itu,) kami harus membangun generasi penerus untuk membangun Indonesia, seperti Anda semua, para GFFellows yang hadir,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (28/9/2022).

Pada kesempatan sama, hadir pula Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi Republik Indonesia Indra Darmawan yang mewakili Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, transisi hijau adalah proses holistik yang membutuhkan keterlibatan dari semua pihak, mulai dari individu, bisnis, hingga pemerintah.

Press conference GFF 2022. Dok. Pijar Foundation Press conference GFF 2022.

“Dengan adanya sinergi antara target-target dan rencana jangka panjang Indonesia, kita dapat berkontribusi untuk masa depan yang berkelanjutan untuk semua,” kata Indra.

Pada hari pertama GFF, terdapat dua sesi panel talk yang menghadirkan berbagai narasumber. Sesi dialog pertama membahas keseimbangan antara bisnis dan kesejahteraan masyarakat.

Panel tersebut diisi oleh sejumlah narasumber, seperti Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Rachmat Kaimuddin serta Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) dan Chair B20 Shinta Kamdani.

Selain itu, ada pula Direktur Eksekutif Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) sekaligus Anggota Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Tri Mumpuni.

Para panelis tersebut menyetujui bahwa tata kelola kolaboratif memiliki peran penting dalam menutupi kesenjangan dalam transisi energi. Upaya ini juga dinilai dapat memecahkan masalah masa depan energi.

Sesi panel kedua menghadirkan Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform Fabby Tumiwa dan Direktur Pengembangan Strategis The Nature Conservancy Thomas Brzostowski.

Para pembicara sesi kedua tersebut menekankan pentingnya peran masyarakat sipil (civil society) berperan penting dalam mengidentifikasi dan menyuarakan kebutuhan lokal.

Sementara itu, Direktur GFF Cazadira F Tamzil mengatakan bahwa selama lima hari para GFFellows akan terlibat dalam diskusi dan secara bersama-sama akan membuat rencana aksi bersama.

Nantinya, kata Cazadira, dokumen yang dihasilkan para GFFellows akan dipresentasikan di hadapan pengambil kebijakan kunci di Jakarta saat penutupan GFF 2022 pada Oktober 2022.

“Kami berharap, dokumen tersebut dapat menjadi panduan praktis yang dapat mempromosikan arah bersama untuk transisi energi di Indonesia,” ujar Cazadira.

Pijar Foundation berharap, jaringan yang dibangun selama gelaran GFF 2022 di Bali serta sesi-sesi di Jakarta di antara 36 GFFellows juga dapat berfungsi sebagai landasan untuk kolaborasi berskala, berkelanjutan, dan berdampak untuk menjaga transisi energi Indonesia.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau