Advertorial

Pulihkan Sumber Daya Ikan, Gubernur Lampung Lakukan Restocking 1 Juta Benih Ikan di Sungai Tulangbawang

Kompas.com - 28/09/2022, 17:50 WIB

KOMPAS.com – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melakukan penebaran benih ikan di Sempadan Jembatan Cakat Nyenyek, Sungai Tulangbawang, Kabupaten Tulangbawang, Lampung, Rabu (28/9/2022). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Restocking 1 Juta Ekor Benih Ikan Endemik Bantuan Gubernur Lampung.

Untuk diketahui, kegiatan tersebut disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung.

Arinal mengatakan, populasi ikan endemik ekonomis penting di perairan umum Lampung semakin berkurang. Oleh karena itu, Pemprov Lampung melakukan restocking 1 juta ekor benih ikan endemik khusus di perairan umum Sungai Tulangbawang.

Adapun penebaran benih tersebut dilakukan di dua titik, yaitu perairan sungai di bawah Jembatan Cakat Nyenyek Kabupaten Tulangbawang, dan muara Sungai Tulangbawang.

"Penebaran benih ikan khas daerah merupakan upaya pemulihan sumber daya ikan yang sudah mulai punah, terutama ikan khas daerah seperti belida, jelabat, dan baung. Selain itu, kegiatan ini juga dilakukan untuk meningkatkan produksi tangkapan ikan skala kecil guna membantu kesejahteraan masyarakat nelayan sekitar," tutur Arinal dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu.

Untuk menjaga keberlanjutan program restocking, Arinal juga mendorong bupati, wali kota, dan tokoh masyarakat setempat untuk melakukan hal yang sama.

Ia pun mewajibkan pejabat untuk menganggarkan program restocking pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masing-masing kabupaten atau kota. Pasalnya, sumber daya perikanan dan ekosistem perairan umum berada di wilayah kabupaten atau kota.

Selain itu, Arinal juga mengimbau masyarakat, tokoh adat, dan kelompok masyarakat pengawas (pokmaswas) setempat untuk melakukan pengawasan dan penegakan hukum terhadap kegiatan perikanan yang merusak ekosistem.

"Provinsi Lampung bersama Kabupaten Mesuji sedang memfasilitasi pembangunan Balai Budi Daya Air Tawar oleh KKP di Mesuji. Ke depan, pembangunan fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu solusi pengembangan pembenihan ikan endemik yang ada di Provinsi Lampung," ujarnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung Liza Derni mengatakan, jenis ikan endemik yang disebar di bawah Jembatan Cakat Nyenyek sebanyak 305.000 benih. Rinciannya, 5.000 ekor benih ikan belida, 100.000 ekor benih ikan jelabat, dan 200.000 ekor benih ikan baung.

Sementara itu, di Dermaga Pelabuhan Perikanan Teladas akan ditebar sebanyak 695.000 benih ikan. Rinciannya, sebanyak 445.000 ekor benih ikan nila salin dan 250.000 ekor benih ikan bandeng.

Selain Arinal, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Hanan A Rozak turut berkontribusi pada pembenihan 500.000 ekor ikan jelabat dan nilem yang akan ditebar di Kabupaten Tulangbawang.

Ada pula bantuan 500.000 benih ikan kakap putih dari Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung yang akan ditebar di Dermaga Pelabuhan Perikanan Teladas.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Tulangbawang Winarti menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Lampung karena telah memilih Kabupaten Tulangbawang sebagai lokasi kegiatan restocking benih ikan.

"Semoga, bantuan benih ikan ini bisa memberikan banyak manfaat kepada masyarakat Tulangbawang," ujarnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau