Advertorial

Anak Muda Bisa Ikhtiar Siapkan Dana Darurat Sesuai Prinsip Syariah, Simak 6 Tips Jago Berikut

Kompas.com - 29/09/2022, 18:00 WIB

KOMPAS.com - Beberapa waktu terakhir, istilah dana darurat atau emergency fund semakin populer, terutama di kalangan milenial dan generasi Z (Gen Z).

Tak sedikit pula perencana keuangan yang mengulas topik terkait cara mempersiapkan dana darurat di berbagai platform media sosial (medsos), baik YouTube, Instagram, maupun Twitter.

Tren kemunculan topik tersebut mengindikasikan bahwa literasi finansial masyarakat kian meningkat. Mereka kini menyadari bahwa perencanaan dana darurat penting dilakukan sejak dini.

Sebagai informasi, dana darurat merupakan dana yang disiapkan untuk keperluan genting atau mendesak di luar hal yang direncanakan, seperti bencana alam, sakit, kecelakaan, dan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Karena peruntukannya bagi kebutuhan mendesak, pos keuangan tersebut perlu dipersiapkan sedari awal agar tak mengganggu arus kas keuangan dan dapat memberi rasa aman kepada pemiliknya saat terjadi hal buruk sekalipun. 

Oleh karena itu, kamu perlu memantapkan diri untuk mulai menyiapkan dana darurat dari sekarang. Simak enam tips berikut untuk memulainya.

  1. Cek kondisi keuangan

Langkah pertama yang perlu dilakukan untuk menyiapkan dana darurat adalah memahami kondisi keuangan. Hal ini bisa dilakukan dengan menghitung total pendapatan dan pengeluaran setiap bulan.

Mengetahui cash flow bulanan penting dilakukan agar kamu bisa menghitung jumlah uang yang bisa dialokasikan untuk berbagai keperluan, seperti menabung, dan memberi pada orangtua, termasuk menyisihkan sebagian uang untuk kebutuhan dana darurat.

Untuk itu, kamu perlu mencatat cash flow secara berkala guna memudahkanmu mengalokasikan uang khusus untuk dana darurat.

  1. Tentukan besaran dana darurat

Setelah memastikan kondisi keuangan, langkah berikutnya adalah menentukan besaran dana yang ditabung khusus untuk dana darurat. Tidak ada nominal pasti untuk pos yang satu ini karena besarannya tergantung dari kategori profesi, jumlah penghasilan, kebutuhan, dan gaya hidup.

Rumus perencanaan keuangan umumnya merekomendasikan alokasi bulanan untuk persiapan dana darurat adalah 5 persen sampai 10 persen dari total pendapatan bulanan. Jumlah ini kemudian dikumpulkan dalam periode tertentu sampai pemiliknya merasa besarannya sudah mencukupi untuk memenuhi ketika kondisi tak terencana itu terjadi.

Adapun besaran jumlah dana darurat biasanya berbeda-beda, tetapi beberapa perencana keuangan menyarankan besaran minimal yang harus dipersiapkan adalah 6-12 kali lipat pengeluaran per bulan. 

Sebagai contoh, seseorang memiliki dana darurat 6 kali lipat dari pengeluaran bulanan. Bila orang tersebut mengalami PHK, setidaknya dalam enam bulan ke depan, ia dapat memenuhi kebutuhan pokok setiap bulan sampai ia mendapatkan sumber penghasilan yang baru.

  1. Berkomitmen dan kontrol pengeluaran

Dana darurat biasanya bersifat mengendap karena hanya digunakan pada saat-saat tertentu sebagai langkah antisipasi. Penempatan dananya pun harus pada instrumen yang mudah diakses atau dicairkan.

Namun, tak jarang seseorang tergoda mengutak-atik dana tersebut untuk belanja hal yang tak perlu secara impulsif. Untuk mengatasi hal ini, kamu harus disiplin dan punya komitmen tinggi untuk menabung dana darurat dan tak tergoda untuk menggunakannya.

Selama periode menabung dana darurat, kamu juga perlu mengerem pengeluaran yang tak perlu. Selain itu, sebaiknya kamu juga harus lebih selektif ketika berbelanja. Contohnya, pilihlah produk tertentu yang harganya lebih terjangkau dan mulailah kurangi jajan di luar untuk berhemat.

Semakin baik kamu mengontrol lalu berhasil mengurangi pengeluaran, maka semakin banyak pula dana yang dapat dihemat sehingga bisa dialokasikan untuk dana darurat.

  1. Mulai secara perlahan

Tak sedikit orang yang menyangka bahwa menyiapkan dana darurat harus mengalokasikan dana secara sekaligus. Pandangan ini kerap membuat beberapa individu ragu untuk mulai merencanakan dana darurat.

Perlu diketahui, persiapan dana darurat bisa kamu mulai secara perlahan. Tak harus tergesa-gesa, kamu bisa menabung dengan nominal yang sedikit terlebih dahulu, tetapi dilakukan rutin dan konsisten. Pasalnya, dana darurat bersifat jangka panjang, serta bukan sesuatu yang harus cepat diselesaikan.

Lakukan secara perlahan dan konsisten, niscaya kamu akan semakin termotivasi untuk mengumpulkan dana darurat sampai cukup.

  1. Siapkan rekening khusus untuk dana darurat 

Agar kamu semakin semangat menabung dana darurat, ada baiknya membuat rekening khusus. Hal ini perlu dilakukan agar dana darurat tidak tercampur dengan dana untuk kebutuhan lain, seperti untuk dana operasional sehari-hari.

Untuk diketahui, PT Bank Jago Tbk telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, operasional Jago Syariah sesuai dengan fatwa Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) dan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS).

Jago Syariah merupakan bank digital berbasis syariah yang tak hanya dapat dijadikan sebagai wadah menabung, tetapi juga mengatur keuangan. 

Jago Syariah memberikan keleluasaan kepada setiap nasabah dalam menentukan besaran dana yang akan disisihkan dan jangka waktu menabung. Transaksi keuangan juga dapat dilakukan di mana dan kapan saja dengan lebih praktis karena basisnya aplikasi yang dapat dengan mudah diakses langsung dari smartphone.

Seperti layanan bank konvensionalnya, yaitu Bank Jago, fitur-fitur keuangan Jago Syariah terbilang komplet tentunya dengan penggunaan yang mudah.

Kamu pun bisa menjajal inovasi dan fitur unggulan yang ditawarkan Jago Syariah. Sebagai contoh, untuk menabung dana darurat, kamu bisa menggunakan fitur Kantong, yaitu Kantong Nabung yang telah menerapkan prinsip akad wadiah.

Dengan prinsip tersebut, pihak bank diperbolehkan mengelola uang nasabah yang dititipkan dengan menerapkan hukum syariat. Perlu diketahui, akad wadiah yad dhamanah bersifat titipan sehingga bank tidak menjanjikan imbalan.

Meski begitu, uang dapat diambil kapan saja. Dengan demikian, alokasi uang yang disimpan untuk keperluan menabung dana darurat jadi aman, berkah, mudah, dan nyaman. Sewaktu-waktu dibutuhkan pun, dananya dapat segera diambil.

Adapun penggunaan fitur Kantong juga mudah. Kamu cukup memberi nama kantong tabungan sesuai tujuan keuangan, yaitu tabungan dana darurat.

Untuk diketahui, fitur Kantong dapat mengakomodasi kebutuhanmu yang ingin memiliki banyak rekening tabungan untuk memisahkan alokasi keuangan.

Ilustrasi fitur Kantong pada aplikasi Jago Syariah 

Dok. Bank Jago Syariah Ilustrasi fitur Kantong pada aplikasi Jago Syariah

Jadi, kamu bisa mengatur keuangan dan memisahkan berbagai kebutuhan dengan membuat banyak Kantong. Selain dana darurat, misalnya, kamu juga bisa membuat Kantong untuk kebutuhan lain, seperti pembiayaan umroh, sedekah, atau rencana keuangan lainnya. Nasabah memiliki kebebasan untuk membuat hingga 40 Kantong di satu aplikasi dengan nomor rekening berbeda.

  1. Jaga konsistensi

Setelah mulai menabung dana darurat secara berkala, kunci penting berikutnya adalah konsistensi. Tanpa konsistensi, nominal dana darurat yang hendak dicapai tak dapat terwujud sesuai rencana.

Meski begitu, kamu tak usah khawatir. Menariknya, mengumpulkan dana darurat di Kantong Nabung dapat berjalan rutin dan konsisten karena ada fitur menabung otomatis bernama Autosave. 

Pada tanggal yang sudah kamu tentukan, uang akan otomatis pindah ke dalam Kantong Nabung. Tabungan dana darurat pun dapat terkumpul sedikit demi sedikit tanpa perlu repot melakukan pemindahan uang atau transfer secara manual.

Bagaimana, mudah bukan? Enam tips tersebut bisa menjadi acuan untuk mulai merencanakan dana darurat agar cash flow keuangan tetap aman. Jangan lupa, segera menabung di Jago Syariah, ya! 

Bagi kamu yang belum punya tabungan Jago Syariah, kamu bisa mengunduh aplikasi Jago Syariah di sini. Perlu diketahui, Jago Syariah merupakan bank digital syariah dengan ekosistem yang lengkap. 

Saat ini, Jago Syariah juga telah terintegrasi dengan aplikasi Gojek dan Bibit yang menciptakan ekosistem digital yang memudahkanmu dalam memenuhi berbagai kebutuhan, baik itu kebutuhan sehari-hari maupun kebutuhan menabung dalam bentuk investasi reksa dana.

Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.