Advertorial

Dikunjungi Presiden, Start-up ini Kasih Solusi Soal Isu Ketahanan Pangan

Kompas.com - 02/10/2022, 13:18 WIB

KOMPAS.com – Bangga. Inilah yang dirasakan Chief Executive Officer (CEO) Chickin Tubagus Syailendra saat gerai usahanya yang bernama serupa dikunjungi Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada kegiatan BUMN Start Up Day di ICE BSD, Tangerang, Banten, Senin (26/9/2022).

Sebagai informasi, Chickin merupakan perusahaan rintisan (start-up) di bidang kuliner jebolan Kompetisi Ide Bisnis Mahasiswa Pertamuda (Pertamina Muda) 2021.

Tubagus mengatakan, pihaknya antusias karena Presiden Jokowi memberikan perhatian terhadap isu ketahanan pangan. Ia berharap, bisa berkolaborasi dengan pemerintah dalam menjaga kestabilan harga pasar melalui rekomendasi data input mengenai pengambilan kebijakan yang didapat dari lapangan.

“Dengan begitu, supply and demand nasional lebih terukur dan terjaga dari fluktuasi yang terjadi,” ucapnya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Minggu (2/10/2022).

Selain presiden, acara tersebut turut dihadiri Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar, dan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar.

Terkait Chickin, Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Brahmantya Satyamurti Poerwadi menjelaskan bahwa usaha tersebut merupakan start-up bidang solusi teknologi peternakan ayam berbasis internet of thing (IoT) binaan Pertamina.

Chickin Indonesia bergerak sebagai perusahaan teknologi peternakan dan distribusi daging yang memiliki dua produk unggulan, yaitu Chickin Smaft Farm dan Chickin Fresh. Perusahaan rintisan ini menggunakan software as service (SaaS) dan hardware untuk mengontrol cuaca, serta energy meter untuk meningkatkan produktivitas hingga efisiensi budi daya peternakan. 

“Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat menjaga ketahanan pangan di Indonesia sehingga pemenuhan pasokan daging ayam menjadi lebih inklusif dan berkelanjutan,” ujar pria yang kerap disapa Tyo itu.

Dalam kegiatan BUMN Start Up Day, selain Chickin, Pertamina menghadirkan empat start-up jebolan Pertamuda 2021 lainnya, yaitu Tekpang, Analitica, Biojel dan Pottani. Dua di antaranya berhasil mendapatkan peluang kerja sama dari BUMN lain di acara tersebut.

Salah satunya, Tekpang. Start-up di bidang pupuk nitrat ramah lingkungan ini berhasil bekerja sama dengan PT Pupuk Indonesia dan PT Perkebunan Nasional.

Selanjutnya, Analitica. Perusahaan rintisan gabungan mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya dengan produk platform edukasi dan tryout online ini mendapatkan peluang kerja sama dengan Telkomsel.

Sebagai informasi, Pottani merupakan platform start-up digital transformasi pada sektor budi daya agrokompleks di Indonesia. Sementara, Biojel merintis bisnis di bidang pengelolaan larva dan minyak jelantah sebagai alternatif energi terbarukan. Perusahaan ini membawa maggot atau larva hidup di acara tersebut.

Untuk diketahui, Pertamina mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 dan 8, serta penerapan environmental, social and governance (ESG).

Adapun poin 4 berisi pendidikan yang berkualitas bagi seluruh warga negara Indonesia. Sementara, poin 8 tentang penciptaan lapangan dan kesempatan kerja, serta berdampak signifikan bagi upaya mengentaskan kemiskinan. 

“Kami akan terus mendukung tumbuhnya start-up yang berpotensi besar menghidupkan roda perekonomian nasional yang berkelanjutan,” kata Tyo.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau