Advertorial

Pasti Seru, Jakarta Tabletop Expo Kembali Digelar

Kompas.com - 04/10/2022, 14:59 WIB

KOMPAS.com – Generasi 90-an tentu tak asing dengan permainan ular tangga, monopoli, dan kartu Pokemon. Permainan tersebut adalah jenis game nondigital yang bisa dimainkan di atas meja atau biasa disebut sebagai tabletop games.

Sebelum teknologi secanggih sekarang, permainan tersebut merupakan favorit anak-anak untuk menghabiskan waktu luang.

Untuk diketahui, ular tangga dan monopoli adalah permainan papan yang dapat dimainkan dua orang atau lebih. Adapun papan permainan ular tangga terbagi dalam beberapa kotak-kotak kecil dan sepasang dadu.

Pada beberapa bagian kotak, terdapat gambar ular dan tangga yang terhubung dengan kotak lain. Setiap pemain akan melempar dadu secara bergiliran dan menggerakkan bidak masing-masing.

Sementara, papan monopoli terdiri dari berbagai kotak yang terdiri dari nama-nama kota dan negara. Saat bermain monopoli, pemain seolah-olah diajak berkeliling ke luar negeri saat memainkan bidak miliknya.

Mirip dengan ular tangga, setiap pemain monopoli juga melemparkan dadu secara bergiliran. Perbedaannya, pemain monopoli dapat membeli properti, seperti rumah dan hotel, dengan uang palsu sebagai alat pembayaran.

Seiring perkembangan teknologi dan desain, jenis tabletop games semakin beragam. Industri permainan anak itu pun semakin menggeliat di Indonesia.

Direktur PT Animart Hobi Kreatif Frans Setiadi mengatakan, industri mainan anak saat ini semakin berkembang.

“Trading Card Game (TCG) bergantung pada event karena para pemain game tersebut kini memiliki tren untuk berkumpul dan bersosialisasi. Pada pertemuan tersebut, mereka dapat melakukan trading kartu dan mendapat kartu yang mereka mau. Sebab itu, event tersebut mendorong pelaku industri permainan membuat dek-dek baru,” ujar Frans dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (4/10/2022).

Oleh karena itu, lanjut Frans, Jakarta Tabletop Expo (JTE) hadir sebagai wadah yang mempertemukan dan menyatukan pemain, komunitas, kreator, publisher, dan distributor tabletop games seluruh Indonesia.

Untuk diketahui, JTE 2022 digelar di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan (Jaksel), mulai Sabtu (1/10/2022) hingga Minggu (2/10/2022).

Pada kesempatan sama, Ketua Penyelenggara JTE 2022 Cherlie Andriani mengatakan bahwa gelaran tersebut menghadirkan 40 jenis tabletop games yang dapat dimainkan bersama. Ada pula peluncuran Vanguard versi Bahasa Indonesia.

Pengunjung JTE 2022 pun antusias karena dapat bermain bersama kerabat ataupun anggota keluarga.

“Bersatunya berbagai pihak pada acara JTE 2022 membuka peluang kolaborasi baru. Kami yakin seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) dalam industri tabletop games di Indonesia sedang bergerak bersama untuk menjadi lebih kuat,” kata Cherlie.

Bila ingin mencoba lebih dari 200 tabletop games, bermain karakter dalam tabletop role playing game, atau mendapat tabletop game favorit dengan harga terjangkau, nantikan gelaran JTE 2022 berikutnya di Taman Anggrek Mall, Jakarta Barat (Jakbar), mulai 11-13 November 2022.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi media sosial (medsos) Instagram @jakartatabletopexpo.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau