Advertorial

Dorong Inovasi Pariwisata, Pemkab Kediri Gelar Anugerah Desa Wisata 2022

Kompas.com - 08/10/2022, 09:45 WIB

KOMPAS.com - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri menggelar Anugerah Desa Wisata 2022. Acara ini bertujuan untuk menumbuhkan motivasi bagi pengelolaan desa wisata agar selalu melakukan inovasi dan kreativitas.

Ajang itu juga sesuai dengan misi Bupati dalam mengoptimalkan kepariwisataan berbasis kearifan lokal. Dalam hal ini, desa menjadi salah satu tumpuan dalam pengembangan ekonomi dari sektor wisata.

Kepala Disparbud Kabupaten Kediri Adi Suwignyo menyampaikan, potensi desa wisata di Kabupaten Kediri cukup beragam dengan keunikan dan keindahan yang dimiliki.

"Melalui kegiatan ini, diharapkan akan memunculkan desa wisata yang memiliki standar-standar pengelolaan terukur, meningkatkan daya saing sesuai dengan keaslian, serta keunikan dan keindahan potensi masing-masing," katanya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (8/10/2022).

Pelestarian alam dan budaya merupakan bentuk penerapan pariwisata yang berkelanjutan. Oleh karena itu, pengembangan desa wisata selain bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, juga harus melestarikan alam, lingkungan, dan sumber daya, serta memajukan budaya lokal.

Adapun puncak ajang Anugerah Desa Wisata Kabupaten Kediri 2022 akan digelar pada Jumat (25/11/2022). Sebanyak 10 desa terpilih akan mendapatkan piagam, trofi, serta uang pembinaan dari Bupati dengan total Rp 140 juta.

"Sebagai langkah awal, kami telah melakukan sosialisasi kepada desa wisata di Kabupaten Kediri," tuturnya.

Sebagai informasi, sebanyak 52 desa wisata telah diundang dalam sosialisasi yang diadakan Disparbud Kabupaten Kediri, termasuk beberapa desa wisata di sekitar pembangunan bandara Kediri. Apalagi, desa wisata di sekitar bandara akan menjadi pintu utama penyambutan wisatawan yang berkunjung di Bumi Panjalu—sebutan Kabupaten Kediri.

"Pada September 2022, kami juga telah memberikan pelatihan tata kelola desa wisata. Pesertanya juga diambil dari desa-desa yang supporting bandara. Harapannya, mereka bisa menyambut wisatawan dengan adanya bandara," terangnya.

Bupati Kediri Hanindhito yang akrab disapa Mas Dhito sebelumnya menyebut sektor pariwisata harus bersiap menghadapi pengoperasian bandara pada Oktober 2023. Mas Dhito berharap, keragaman desa wisata dapat menguatkan sektor pariwisata di Kabupaten Kediri supaya lebih maju.

Sementara itu, Didin Saputra, salah satu pengurus Pokdarwis Desa Wisata Keling atau Dewata Keling yang mengikuti sosialisasi Anugerah Desa Wisata 2022, menyebutkan bahwa ada dua destinasi yang dikelola Dewata Keling, yakni Gua Jegles dan Masjid Tua Ringinagung.

Inovasi, kata Didin, terus dilakukan pihaknya untuk menarik kunjungan wisatawan. Contohnya, di kawasan Gua Jegles, selain wisata minat khusus river tubing, menyusuri sungai sepanjang 2 kilometer (km) menggunakan ban, juga dikembangkan wisata sejarah arung kuno.

"Untuk mengatasi saat kunjungan sepi karena belum musim liburan, kami juga mengembangkan wisata edukasi untuk anak TK dan SD di sekitar kawasan Gua Jegles," ucapnya.

Selain itu, inovasi akan terus dikembangkan dengan membuat paket wisata, termasuk pengembangan home stay. Harapannya, pengunjung akan lebih lama tinggal di Dewata Keling. Kemudian, untuk Masjid Tua Ringinagung ditujukan untuk wisata religi.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau