Advertorial

Mas Dhito Minta Pembangunan Jembatan Ngadi Terus Dievaluasi Dinas PUPR

Kompas.com - 10/10/2022, 20:40 WIB

KOMPAS.com - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melakukan monitoring dan evaluasi proyek pembangunan Jembatan Ngadi.

"Saya minta pembangunan Jembatan Ngadi terus dimonitor sejauh mana perkembangannya, evaluasi juga harus dilakukan," kata bupati yang akrab disapa Mas Dhito itu dalam rilis yang diterima Kompas.com, Senin (10/10/2022).

Sebagai informasi, pembangunan Jembatan Ngadi di Kecamatan Mojo itu menjadi salah prioritas program pada 2022. Pasalnya, jembatan yang menjadi akses penghubung antara Kabupaten Kediri dengan Tulungagung itu mengalami kerusakan sejak 2017.

Pembangunan Jembatan Ngadi nantinya akan menjadi akses antara Kabupaten Kediri dengan Tulungagung.
Dok Humas Pemkab Kediri Pembangunan Jembatan Ngadi nantinya akan menjadi akses antara Kabupaten Kediri dengan Tulungagung.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kediri Irwan Chandra menyampaikan, monitoring dan evaluasi progres pembangunan jembatan terus dilakukan pihaknya agar pekerjaan selesai sesuai target.

"(Dari) hasil evaluasi, meski (pembangunan) masih on progress, memang ada keterlambatan dan sudah kami berikan teguran," tegasnya.

Irwan menjelaskan mengenai keterlambatan yang dimaksud, yakni terjadi penurunan deviasi dari waktu pengerjaan yang ditargetkan Dinas PUPR 10 persen setiap bulannya, realisasinya hanya 8 persen.

Pemberian target, tambahnya, dilakukan agar pengerjaan proyek tidak terlambat dari kontrak yang disepakati.

Untuk mengejar pembangunan Jembatan Ngadi sesuai target, maka pihaknya mendesak pihak pelaksana agar melakukan percepatan.

Pembangunan Jembatan Ngadi di Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, kini telah mencapai 66,8 persen. 

Dok Humas Pemkab Kediri Pembangunan Jembatan Ngadi di Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, kini telah mencapai 66,8 persen.

"Kami minta tenaga kerja untuk ditambah agar ada persepatan pembangunan. Tujuannya, supaya (pembangunannya) sesuai target dan selesai pada Desember (2022)," jelasnya.

Saat ini, pekerjaan pembangunan Jembatan Ngadi yang mulai dibangun awal Juni 2022 telah mencapai 66,8 persen. Adapun kontrak pekerjaan jembatan yang memiliki panjang 47 meter itu selesai pada 24 Desember 2022.

"Progres saat ini sudah dilakukan pemasangan girder di konstruksi jembatan," tutur Irwan.

Irwan berharap, pengerjaan Jembatan Ngadi tetap berjalan sesuai target yang ditentukan sehingga sebelum Natal dan Tahun Baru 2023, jembatan sudah benar-benar bisa dilalui.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau