Advertorial

Bupati Kediri Minta Kualitas Pekerjaan Proyek di Wilayahnya Terjamin

Kompas.com - 13/10/2022, 10:22 WIB

KOMPAS.com - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengingatkan jajarannya di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk melakukan evaluasi secara berkala setiap pekerjaan proyek pembangunan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, Jawa timur.

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas bangunan sudah sesuai perencanaan. Tak hanya itu, Bupati yang akrab disapa Mas Dhito tersebut juga ingin pembangunan yang ada di wilayahnya bisa dikerjakan sesuai harapan.

Mas Dhito mengatakan, manfaat pembangunan infrastruktur dengan anggaran yang besar harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

"Saya minta semua pekerjaan yang saat ini berjalan benar-benar diperhatikan kualitasnya," ujar Mas Dhito dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (13/10/2022).

Selain SKPD, imbauan terkait pengecekan kualitas pembangunan juga Mas Dhito sampaikan kepada pihak pelaksana proyek.

“Dengan nilai penawaran yang diberikan, kami meminta kualitas pekerjaan dan material bahan yang digunakan tetap terjamin. Material yang digunakan pun harus sesuai spesifikasi yang ditentukan," terangnya.

Selain pembangunan akses jalan dan jembatan, tambah Mas Dhito, paket pekerjaan lain yang menjadi perhatian pihaknya adalah revitalisasi pasar, tepatnya Pasar Ngadiluwih dan Pasar Wates. Revitalisasi kedua pasar ini tengah berjalan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih mengatakan, hingga minggu ke-17, pengerjaan Pasar Wates telah mencapai 61,5 persen dengan deviasi waktu positif mencapai 8,6 persen.

“Saat ini, pembangunan Pasar Wates yang dimulai pada Juni 2022 tengah memasuki tahap finishing kantor pasar, kamar mandi, dan musala, termasuk pemasangan keramik di los pasar. Untuk atap los, rangka sudah dipasang semua dan tinggal menunggu material atap. Targetnya akhir Oktober 2022 sudah dikerjakan," ujar Tutik.

Tutik menambahkan, monitoring dan evaluasi pengerjaan pembangunan terus dilakukan setiap pekan.

Untuk memastikan kualitas terjamin, pihaknya melakukan pengecekan secara berkala setiap pekerjaan. Dengan begitu, saat ada hasil yang dinilai tidak sesuai perencanaan, pihaknya akan langsung meminta pelaksana proyek untuk memulai ulang pekerjaan tersebut.

"Secara rutin monitoring dan evaluasi tetap dilakukan. Kalau ada yang tidak sesuai, langsung bisa diketahui," jelasnya.

para pedagang di Pasar Wates harap nantinya pasar tersebut menjadi lebih nyaman dan aman. Dok. Pemkab Keidiri para pedagang di Pasar Wates harap nantinya pasar tersebut menjadi lebih nyaman dan aman.

Terkait revitalisasi Pasar Wates, para pedagang yang saat ini berjualan di tempat penampungan pedagang sementara (TPPS) pun berharap, Pasar Wates yang sudah direvitalisasi dapat menjadi pasar yang lebih aman dan nyaman.

Seorang pedagang pracangan, Paryudi, mengatakan bahwa kondisi pasar lama sering mengalami kebocoran setiap musim penghujan. Selain itu, jalan di sekitar pasar juga menjadi becek sehingga kurang nyaman untuk dilewati pembeli.

"Melihat bangunan pasar sekarang yang lebih bagus, mudah-mudahan nantinya pembeli bisa lebih ramai," kata Paryudi.

Selain itu, Paryudi yang sebelumnya berdagang di los pasar juga meminta Pemkab Kediri untuk menertibkan pedagang yang berjualan di luar pasar.

“Keberadaan pedagang yang ada di luar secara otomatis berdampak pada jumlah pembeli yang masuk ke dalam pasar berkurang. Kami cuma minta mereka ditertibkan. Kalau bisa, nanti dimasukkan ke dalam," terang Paryudi.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau