Advertorial

Sidak Pasar Wates, Bupati Kediri Temukan Material Tak Sesuai Spesifikasi

Kompas.com - 18/10/2022, 10:37 WIB

KOMPAS.com – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mendampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap pembangunan Pasar Wates, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Senin (17/10/2022).

Saat melakukan sidak, keduanya menemukan menemukan material bangunan yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang tertera pada dokumen perencanaan. Salah satu merek semen yang dipakai untuk pembangunan kios pasar diduga tidak masuk dalam dokumen.

Melihat temuan itu, Mas Dhito, sapaan akrab Bupati Kediri, sontak marah kepada konsultan pengawas pembangunan Pasar Wates.

"Konsultan pengawas, pertanyaan saya sederhana, di dokumen itu tertera apa tidak (material tersebut)?" tanya Mas Dhito seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (18/10/2022).

Mas Dhito mengetes kekokohan plafon yang digunakan untuk pembangunan Pasar Wates. Dok. Pemkab Kediri Mas Dhito mengetes kekokohan plafon yang digunakan untuk pembangunan Pasar Wates.

Selain semen, Mas Dhito pun menemukan merek dan jenis plafon tidak sesuai dengan spesifikasi yang disepakati dalam dokumen perencanaan. Hal ini ia dapati ketika mengecek plafon yang tergeletak di salah satu kios.

Untuk menguji kualitasnya, Mas Dhito menendang material plafon tersebut. Alhasil, plafon jebol dengan mudah. Ia pun meminta pekerja untuk membongkar sedikit plafon yang sudah terpasang.

"Kualitasnya menurut jenengan bagaimana? Kalau tidak sesuai, kenapa dipasang?" tanyanya kepada konsultan pengawas.

Selanjutnya, Mas Dhito melakukan pengecekan pada material atap los pasar yang belum terpasang dan mengukur ketebalan cor pada lantai. Setelah diukur, ketebalah cor ternyata tidak sama rata. Ada yang memiliki ketebalan 6,7 sentimeter (cm), ada pula yang memiliki ketebalan 8 cm.

Mas Dhito menegaskan pihak pekerja dan pengawas untuk menggunakan material berkualitas yang sesuai dengan dokumen perencanaan. Dok. Pemkab Kediri Mas Dhito menegaskan pihak pekerja dan pengawas untuk menggunakan material berkualitas yang sesuai dengan dokumen perencanaan.

Dalam kesempatan sama, ia pun menegaskan kepada pihak pekerja dan pengawas pembangunan agar tidak menggunakan material yang kualitasnya tidak sesuai dengan dokumen perencanaan.

"Kalau (materialnya) tidak sesuai spesifikasi, tolak," tegas Mas Dhito.

Untuk diketahui, dana yang digunakan untuk merevitalisasi Pasar Wates mencapai Rp 12 miliar yang bersumber dari dana Tugas Pembantuan (TP) Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Oleh karena itu, Mas Dhito menelepon pihak pelaksana pekerjaan pembangunan Pasar Wates atas temuan dalam sidak. Ia menekankan, pekerjaan yang dibangun menggunakan uang rakyat harus dikerjakan dengan benar, termasuk material yang digunakan.

"Sudah menjadi kewajiban kepala daerah mengecek setiap pekerjaan (yang menggunakan uang rakyat). Program ini dari Kemendag. Mau ditaruh di mana muka saya di depan Menteri Perdagangan (Mendag)?," tuturnya.

Usai melakukan pengecekan, Mas Dhito berkomunikasi dengan Tutik dan memberikan pesan untuk membongkar ulang pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi.

Merespons hal tersebut, Tutik mengatakan bahwa dirinya akan menindaklanjuti hasil sidak itu. Pihaknya juga akan mengumpulkan pelaksana pekerjaan, termasuk pengawas dan konsultan.

"Besok akan kami kumpulkan. Kami akan cek dokumennya. Kalau tidak sesuai (spesifikasi), kami akan minta bongkar," tegas Tutik.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau