Advertorial

Sinergi BUMN Dukung Penyediaan Gas dari Energi Terbarukan untuk Industri

Kompas.com - 19/10/2022, 13:02 WIB

KOMPAS.com - Upaya percepatan peningkatan kontribusi energi baru dan terbarukan (EBT) dalam bauran energi nasional kian serius dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Salah satunya dengan mendorong pemanfaatan biometana terkompresi (compressed biomethane) untuk sektor industri di Tanah Air.

Biometana terkompresi diyakini dapat memberi kontribusi signifikan dalam mendukung transisi energi di Indonesia menuju energi ramah lingkungan.

Keseriusan BUMN dalam mewujudkan hal tersebut ditandai melalui kesepakatan kerja sama penyediaan biometana terkompresi antara Subholding Power and New Renewable Energy Pertamina (Pertamina NRE), PT Pertagas Niaga sebagai Subholding Gas Pertamina, serta PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN III.

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina NRE Dannif Danusaputro, Direktur Utama PTPN III Mohammad Abdul Ghani, dan Direktur Utama Pertagas Niaga Aminuddin pada State-Owned Enterprises (SOE) International Conference di Nusa Dua, Bali, Selasa (18/10/2022).

Acara tersebut juga disaksikan Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury dan Direktur Strategi, Portfolio, dan Pengembangan Usaha Pertamina A Salyadi Dariah Saputra.

Adapun kerja sama antara PNRE dan PTPN III mencakup pengembangan fasilitas produksi biometana. PTPN III akan menyuplai bahan baku limbah cair kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME) yang dihasilkan dari pabrik kelapa sawit di Sumatera Utara, tepatnya di Bah Jambi, Sei Silau, dan Sei Meranti.

POME kemudian diolah menjadi biogas, dimurnikan, dan dikompresi menjadi biometana terkompresi di pabrik milik Pertamina NRE.

Selanjutnya, biometana terkompresi akan dibeli oleh Pertagas Niaga dengan total volume 300 million british thermal units (MMBTU) pada setiap lokasi pabrik. Pada tahap pertama, biometana terkompresi akan disuplai untuk memenuhi kebutuhan industri di wilayah Sumatera Utara.

Penggunaan biometana terkompresi juga dinilai dapat mendukung pencapaian target net zero emission (NZE) pada 2060 yang telah dicanangkan pemerintah Indonesia.

Dannif menjelaskan bahwa Pertamina NRE merupakan ujung tombak Pertamina dalam melakukan transisi energi karena fokus pada bisnis energi bersih.

“Kami sangat antusias dengan kerja sama antar-BUMN dalam penyediaan gas dari sumber energi terbarukan. Sinergi ini bagian dari upaya transisi energi yang dilakukan BUMN,” ujar Dannif dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (19/10/2022).

Pada kesempatan sama, Ghani mengatakan, kerja sama tersebut sejalan dengan program strategis PTPN III yang juga ditetapkan sebagai Program Strategis Nasional (PSN).

“PTPN III selaku holding BUMN Perkebunan mencanangkan program Akselerasi Pengembangan Energi Baru Terbarukan melalui pengembangan pabrik Bio-CNG dengan POME,” ujar Ghani.

Sementara, Aminuddin menyebut, pihaknya menargetkan pengaliran biometana terkompresi pada periode ketiga 2023.

“Kami sanggup memberikan suplai kontinu untuk industri dalam negeri yang menggunakan energi terbarukan dan ramah lingkungan,” tutur Aminuddin.

Hal tersebut, lanjut Amin, merupakan terobosan bagi Pertagas Niaga. Sebab, untuk kali pertama, pihaknya akan memasok industri dengan gas nonfosil.

Sebagai informasi, selain bermanfaat bagi lingkungan, pemanfaatan biometana terkompresi juga diharapkan mampu mengurangi impor liquefied petroleum gas (LPG) sehingga dapat membantu penghematan keuangan negara.

Di Indonesia, sumber bahan baku untuk memproduksi biometana terkompresi pun sangat beragam, seperti limbah mentah kelapa sawit atau crude palm oil (CPO), pertanian, serta peternakan.

Adapun Pertamina berkomitmen penuh untuk mengimplementasikan prinsip environment, social, governance (ESG) dan mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Kemudian, inisiatif perdagangan karbon juga mendukung SDGs poin 13, yaitu penanganan perubahan iklim.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau