Advertorial

Sikat Gigi Saja Tak Cukup, Ini 4 Cara Pelengkap untuk Jaga Kebersihan Mulut

Kompas.com - 24/10/2022, 15:29 WIB

KOMPAS.com - Menjaga kebersihan mulut adalah kebiasaan yang harus dilakukan setiap hari. Gigi dan mulut yang bersih dapat menambah kepercayaan diri ketika harus berkomunikasi dengan orang lain.

Tak hanya itu, kebersihan gigi dan mulut juga berpengaruh terhadap kondisi kesehatan secara umum. Dikutip dari brms.com, Kamis (1/11/2018), pakar kesehatan menyebutkan bahwa kesehatan gigi terkait erat dengan kesehatan jantung, diabetes, dan dapat menyebabkan masalah kesehatan ketika hamil.

Menyikat gigi merupakan langkah awal dalam rangkaian menjaga kesehatan mulut. Dikutip darihefixedmysmile.com, Selasa (21/4/2021), gerakan menyikat gigi dapat menyingkirkan berbagai macam plak yang menempel pada permukaan gigi. 

Namun, kenyataannya, menyikat gigi saja tidak bisa menghilangkan plak yang tak terjangkau sikat, terutama di sela-sela gigi. Terlebih, plak yang tertinggal pada mulut juga bisa menempel di bagian lain, seperti gusi dan lidah.

Selain itu, sisa plak yang tertinggal di gigi pun dapat menumpuk dan memunculkan karang gigi. Hal ini dapat memicu masalah kesehatan mulut lanjutan, seperti gigi berlubang dan resesi gingiva atau garis gusi menurun. 

Untuk itu, kamu perlu membersihkan mulut dan gigi dengan saksama. Selain menyikat gigi, kamu harus mulai membiasakan melakukan oral care untuk kebersihan area mulut yang lebih maksimal.

Berikut adalah 4 langkah yang harus kamu lakukan setiap hari untuk menjaga kesehatan mulut selain menggosok gigi.

  1. Benang gigi

Terkadang, ada sisa makanan yang tidak bisa terjangkau dengan hanya menyikat gigi. Untuk itu, kamu bisa menggunakan dental floss atau benang gigi untuk menjangkau sisa makanan di sela-sela gigi.

Sebaiknya, gunakan dental floss sebelum menyikat gigi agar fluorida bisa melindungi permukaan gigi secara menyeluruh. Pastikan untuk melakukannya dengan saksama dan tidak dalam keadaan terburu-buru.

  1. Mengunyah permen karet bebas gula

Kamu bisa mengunyah permen karet bebas gula yang mengandung xylitol untuk membersihkan permukaan gigi. Sebagai informasi, xylitol dapat membunuh bakteri yang menyebabkan gigi berlubang.

Selain itu, mulut akan memproduksi air liur lebih banyak dan menurunkan tingkat keasaman dengan mengunyah permen karet.

  1. Membersihkan lidah

Banyak orang mengabaikan kebersihan lidah. Padahal, plak juga dapat menumpuk di lidah yang dapat memicu masalah kesehatan mulut.

Untuk membersihkan lidah, kamu dapat menggunakan sikat atau pembersih lidah khusus. Beberapa sikat gigi telah menyediakan bagian belakang sikat gigi yang bergerigi yang dapat digunakan untuk membersihkan lidah.

  1. Berkumur

Menjaga kebersihan mulut juga dapat dilakukan dengan berkumur secara rutin. Berkumur dapat membantu mengeluarkan sisa makanan yang dapat menyebabkan infeksi gigi dan penularan penyakit.

Beberapa obat kumur sudah diformulasikan dengan bahan aktif untuk mencegah pertumbuhan kuman yang dapat menyebabkan bau mulut. Salah satunya, obat kumur dari Betadine Kumur yang mengandung povidone-iodine 1 persen.

Betadine Mouthwash merupakan obat kumur antiseptik untuk rongga mulut. Obat kumur ini dapat mengatasi masalah gusi bengkak, sakit tenggorokan, sariawan, dan bau mulut.

Kamu juga dapat berkumur dengan Listerine Cool Mint Antiseptic Mouthwash. Obat kumur antiseptik ini dapat mengurangi plak dan menjaga kesehatan gusi.

Ada juga obat kumur dari Aloclair yang ampuh mengurangi luka traumatik dan sariawan di mulut. Selain obat kumur, Aloclair juga hadir dalam bentuk spray yang lebih praktis digunakan.

Ketiga obat kumur tersebut dapat dibeli di Tokopedia. Kamu bisa mendapatkan harga promo dan bebas ongkos kirim (ongkir) dari Tokopedia.

Itulah empat cara menjaga kebersihan mulut dan gigi untuk melengkapi menggosok gigi. Lakukan secara rutin agar terhindar dari permasalahan gigi dan mulut. 

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau