Advertorial

Jadi Akselerator Pengurangan Emisi Karbon, BRI Bersama PLN Resmikan SPKLU di Jakarta

Kompas.com - 25/10/2022, 17:24 WIB

KOMPAS.com – Sebagai first mover sustainable banking di Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus mendorong praktik bisnis keberlanjutan dalam kehidupan masyarakat. Salah satunya, lewat dorongan untuk meningkatkan penggunaan kendaraan listrik.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) yang berlokasi di Kantor Pusat BRI, Jakarta Pusat, Selasa (25/10/2022). SPKLU Kantor Pusat BRI diresmikan langsung oleh Direktur Utama BRI Sunarso bersama Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Darmawan Prasodjo.

Sunarso mengungkapkan bahwa pihaknya fokus dalam memperkuat implementasi environmental, social, and governance (ESG).Pihaknya berharap, kehadiran SPKLU itu dapat memudahkan pengguna kendaraan listrik.

Selain itu, penyediaan SPKLU tersebut juga diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk segera beralih menggunakan kendaraan listrik demi mengurangi emisi karbon.

Sunarso melanjutkan, pembangunan SPKLU tersebut merupakan hasil sinergi antaranya pihaknya dengan PLN yang bertujuan untuk meningkatkan semangat dan mendorong penggunaan energi ramah lingkungan, terutama di lingkungan kantor pusat BRI.

“Kerja sama tersebut diharapkan akan menjadi mata rantai bagi ekosistem energi baru terbarukan (EBT) yang tengah dikembangkan di Tanah Air,” kata Sunarso dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa.

Sunarso menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen secara konsisten mendukung pemerintah dalam mencapai target net zero emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat. Hal ini dilakukan sebagai salah satu bentuk kontribusi BRI dalam meminimalisasi peningkatan suhu bumi. Guna mencapai visi tersebut, BRI turut mengajak masyarakat untuk mencapai target NZE.

“Masyarakat perlu mengetahui (visi) NZE (sebagai tujuan bersama). Karena itu, BRI berupaya untuk mengomunikasikannya. Saat ini, BRI memiliki program yang disusun secara masif dan komprehensif, mulai dari penjelasan NZE hingga strategi komunikasinya,” tuturnya.

Sunarso melanjutkan, BRI juga terus menjalankan bisnisnya dengan menerapkan praktik-praktik ESG. Pada aspek environmental, misalnya, BRI terus berupaya mendukung pemerintah dalam mengurangi emisi karbon melalui penggunaan mobil listrik sebagai kendaraan operasional.

“Pembangunan SPKLU merupakan bagian dari desain besar pembangunan infrastruktur untuk mempercepat transisi energi fosil ke energi terbarukan,” ujarnya.

Sunarso menambahkan bahwa BRI merupakan lembaga perbankan atau lembaga keuangan yang dapat menjadi akselerator pemerintah dalam mengkomunikasikan target NZE kepada masyarakat. Agar komunikasi tersebut dapat diterima oleh masyarakat, BRI berperan sebagai role model yang merupakan bagian dari strategi komunikasi.

“BRI ingin menjadi akselerator (pengurangan emisi karbon) melalui role modeling,” tuturnya.

Sebagai informasi, BRI telah menggunakan 30 mobil listrik sebagai kendaraan operasional di sejumlah kantor regionalnya. BRI juga menggunakan 50 motor listrik yang digunakan oleh para tenaga pemasar BRI.

Berdasarkan riset yang dilakukan BRI, selain ramah lingkungan, penggunaan mobil listrik lebih ekonomis ketimbang kendaraan konvensional. Studi tersebut mendapati bahwa biaya yang dikeluarkan mobil listrik lebih rendah lima kali lipat jika dibandingkan kendaraan konvensional.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau