Advertorial

Pertamina Sahabat Difabel Hadirkan Rumah Kebugaran bagi Penyandang Disabilitas di Bantul

Kompas.com - 27/10/2022, 17:20 WIB

KOMPAS.com – PT Pertamina (Persero) menghadirkan Rumah Kebugaran Difabel sebagai fasilitas dan sarana kesehatan bagi para penyandang disabilitas. Upaya ini merupakan bentuk kepedulian perseroan kepada difabel.

Area Manager Communication, Relations and Corporate Social Responsibility (CSR) Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga Brasto Galih Nugroho mengatakan, fasilitas tersebut dikhususkan untuk para difabel yang berada di sekitar unit operasi Pertamina di Fuel Terminal Rewulu, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ia menambahkan, pengadaan Rumah Kebugaran Difabel merupakan bagian dari program corporate social responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perseroan.

“Dengan adanya Rumah Kebugaran Difabel, kami berharap difabel dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara khusus, seperti fisioterapi, akupresur, hingga layanan konseling,” kata Brasto dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (27/10/2022).

Salah satu sahabat difabel Pertamina yang sedang menerima pemeriksaan kesehatan. 

Dok. Pertamina Salah satu sahabat difabel Pertamina yang sedang menerima pemeriksaan kesehatan.

Kondisi fisik dan nonfisik yang dialami difabel, lanjut Brasto, memerlukan perlakuan serta pendekatan yang berbeda dengan pelayanan kesehatan pada umumnya.

“Oleh karena itu, Rumah Kebugaran Difabel dihadirkan untuk memberikan layanan kesehatan secara khusus bagi para sahabat difabel dengan menyediakan tenaga kesehatan yang telah kami latih,” ujar Brasto.

Sebagai informasi, sejak 2021, Pertamina telah menjalankan program Rumah Kebugaran Difabel di Kabupaten Bantul dengan memanfaatkan bangunan di area Puskesmas Sedayu.

“Dalam menjalankan program ini, Pertamina bekerja sama dengan berbagai pihak, di antaranya Forum Keluarga Penyandang Disabilitas Pinilih, Puskesmas Sedayu, perangkat desa dan kecamatan di Kecamatan Sedayu, serta Universitas Mercu Buana yang secara khusus menghadirkan psikolog untuk layanan konseling,” tutur Brasto.

Wujud Komitmen ESG dan kontribusi terhadap SDGs

Brasto melanjutkan, program Rumah Kebugaran Difabel yang dihadirkan Pertamina merupakan wujud penerapan prinsip environment social and governance (ESG).

Selain itu, program tersebut juga bentuk kontribusi Pertamina dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs).

“Terutama pada poin 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera, poin 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, poin 10 tentang berkurangnya kesenjangan, serta poin 16 tentang perdamaian, keadilan dan kelembagaan yang tangguh,” jelas Brasto.

Selain layanan kesehatan, Pertamina juga memanfaatkan Rumah Kebugaran Difabel untuk membentuk rintisan usaha budi daya jamur tiram. Usaha ini akan dijalankan oleh kelompok difabel. 

“Kegiatan usaha tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan ekonomi para sahabat difabel Pertamina,” imbuh Brasto.

Rumah Kebugaran Difabel memberikan pelayanan kesehatan dari tenaga medis yang sudah terlatih. 

Dok. Pertamina Rumah Kebugaran Difabel memberikan pelayanan kesehatan dari tenaga medis yang sudah terlatih.

Sementara itu, Ketua Pengelola Rumah Kebugaran Difabel Maria Tri Suhartini mengatakan bahwa bantuan yang dihadirkan Pertamina sangat bermanfaat bagi para difabel. Utamanya, yang ada di sekitar lokasi unit operasional Pertamina.

“Layanan kesehatan, seperti fisioterapi di tempat umum, (membutuhkan) biaya yang sangat mahal dan memberatkan para penyandang disabilitas. Namun, (layanan tersebut) sekarang menjadi mudah dan murah karena tarifnya dibebankan secara sukarela untuk membiayai operasional Rumah Kebugaran Difabel,” ungkap Maria.

Maria menambahkan, ada 246 difabel yang sudah mengakses layanan kesehatan di Rumah Kebugaran Difabel sepanjang 2022.

“Selain memberikan pelayanan kesehatan, Rumah Kebugaran Difabel sudah mampu mengembangkan perekonomian difabel dari hasil budi daya jamur tiram,” ucapnya. 

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau