Advertorial

Ajak Wisatawan Jajal Destinasi Wisata Hidden Gem, Pemkab Gunungkidul Serukan Kampanye IniGunungkidul

Kompas.com - 27/10/2022, 17:42 WIB

KOMPAS.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul mengusung kampanye bernama IniGudungkidul: The Ultimate Hidden Gem guna mempromosikan pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Khususnya, destinasi-destinasi wisata yang menjadi surga tersembunyi (hidden gem).

Adapun destinasi wisata hidden gem yang diusung pada kampanye tersebut adalah Pantai Kesirat, Pantai Wediombo, Pantai Jungwok, Bukit Pengilon, dan Pantai Ngrawe yang kerap dikenal dengan nama Pantai Mesra.

Kampanye tersebut dilakukan Pemkab Gunungkidul untuk meningkatkan daya tarik wisatawan terhadap sejumlah destinasi wisata alam yang indah, tetapi jarang dikunjungi.

Untuk diketahui, pemilihan kelima destinasi wisata yang dipromosikan dalam kampanye IniGunungkidul bukan tanpa alasan. Obyek-obyek wisata tersebut memiliki keindahan alam yang fantastis dengan sentuhan budaya lokal yang kental sehingga sayang untuk dilewatkan jika berkunjung ke Gunungkidul.

Selain menawarkan keindahan dan kemurnian budaya lokal di lima titik destinasi wisata, Pemkab Gunungkidul juga menciptakan ekosistem wisata yang sehat dan aman untuk wisatawan.

Hal tersebut diwujudkan Pemkab Gunungkidul dengan melakukan sertifikasi standar industri pariwisata, yakni Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE) yang diusung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Berdasarkan data dari situs web chse.kemenparekraf.go.id, sejak 2021 hingga kini, terdapat 61 titik lokasi destinasi yang sudah tersertifikasi CHSE di Kabupaten Gunungkidul. Adapun rinciannya adalah sebanyak 37 obyek wisata, 13 restoran, 6 hotel, 3 homestay, 1 toko cendera mata, dan 1 rumah makan.

Selain itu, demi menghadirkan ekosistem wisata yang bersih dan nyaman, Pemkab Gunungkidul juga memaksimalkan penanggulangan sampah di setiap destinasi wisata.

Master plan soal sampah telah direncanakan untuk pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di seluruh destinasi wisata, khususnya wilayah pantai, di Kelurahan Banjarejo, Tanjungsari, Gunungkidul,” ujar pihak Pemkab Gunungkidul dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (27/10/2022).

Pada 2023, Pemkab Gunungkidul juga merencanakan pembangunan tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R) di setiap kawasan wisata dengan harapan seluruh pihak penyelenggara kegiatan pariwisata dapat mengelola sampah secara mandiri.

Pemkab Gunungkidul berharap, dengan kampanye IniGunungkidul: The Ultimate Hidden Gem, banyak wisatawan yang datang berkunjung dan menikmati pengalaman berwisata di Gunungkidul.

Yuk, rasakan pengalaman liburan tak terlupakan bersama orang tersayang di Gunungkidul.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kampanye IniGunungkidul, silakan ikuti akun resmi @inigunungkidul di Instagram, Twitter, TikTok, Facebook, dan YouTube.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau