Advertorial

Wamendagri Pimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-94 di Bawah Laut

Kompas.com - 28/10/2022, 14:57 WIB

KOMPAS.com - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) John Wempi Wetipo memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-94 dari bawah laut Tanjung Kayu Batu, Jayapura, Papua, Jumat (28/10/2022).

Dalam prosesi tersebut, Wempi bersama para peserta upacara kompak mengenakan perlengkapan menyelam. Kegiatan diawali dengan berbaris di Dermaga Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Kepolisian Daerah (Polda) Papua, lalu menuju Tanjung Kayu Batu untuk membentangkan bendera merah putih.

Dalam kesempatan tersebut, Wempi membacakan sambutan yang mewakili Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Wempi mengatakan bahwa peringatan HSP merupakan momen perenungan dan pembelajaran sejarah masa lalu, serta menjadikannya teladan untuk visi besar bangsa Indonesia.

Sumpah pemuda, lanjut Wempi, juga telah memberikan pelajaran mengenai cara menyikapi perbedaan sikap primordial, suku, agama, ras, kultur, serta berbagai kepentingan agar menjadi kekuatan.

"Sejarah telah menjelaskan bahwa pilihan pemuda waktu itu telah menjadi tonggak kuat menuju kemerdekaan," ujar Wempi dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat.

Wempi menjelaskan bahwa peran pemuda sebagai pelopor dalam membangun visi kebangsaan melalui “Sumpah Pemuda 1928” telah mengantarkan Indonesia pada kemerdekaan.. Peran tersebut lantas tercatat dengan tinta emas sepanjang masa.

Ia menuturkan, peringatan HSP kali ini mengusung tema "Bersatu Bangun Bangsa". Tema ini memiliki arti penting, yaitu persatuan merupakan harga mati yang harus diperkuat untuk membangun ketangguhan.

Adapun perayaan HSP 2022 mengusung tema "Bersatu Bangun Bangsa". Tema ini memberikan pesan mendalam bahwa persatuan merupakan harga mati yang harus diperkuat untuk membangun ketangguhan bangsa.

"Inilah yang menjadi tekad kita untuk meneruskan perjuangan kemerdekaan mewujudkan cita-cita saat ini dan sepanjang masa. Semangat untuk selalu bersungguh-sungguh membangun Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur secara dinamis sesuai konteks lingkungan strategis yang selalu berubah," tuturnya.

Pemuda hari ini, lanjut Wempi, merupakan tokoh yang akan berperan di masa mendatang. Ia meyakini kiprah para pemuda saat ini akan menentukan kemajuan Indonesia di masa mendatang. Oleh karena itu, pemuda perlu menjadikan nilai persatuan di atas segalanya.

Tak hanya itu, keberagaman juga perlu dipandang sebagai anugerah berharga yang menjadi kekuatan luar biasa untuk menggapai kejayaan Indonesia.

"Pemuda bukan hanya menjadi pelaku penting membangun ketangguhan bangsa dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045, melainkan juga menjadi tulang punggung untuk kejayaan bangsa sepanjang masa," tegasnya.

Usai membacakan sambutan tersebut, Wempi bersama 63 peserta upacara langsung menuju Tanjung Kayu Batu. Di sana, mereka mengibarkan bendera merah putih di bawah laut.

Pengibaran bendera merah putih dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-94 dari bawah laut Tanjung Kayu Batu, Jayapura, Papua, Jumat (28/10/2022).Dok. Kemendagri Pengibaran bendera merah putih dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-94 dari bawah laut Tanjung Kayu Batu, Jayapura, Papua, Jumat (28/10/2022).

Sebagai informasi, upacara tersebut dihadiri oleh Wakil Kepala Polda (Wakapolda) Papua Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Ramdani Hidayat beserta jajaran, Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) X Jayapura Brigjen TNI Feryanto P Marpaung, Direktur Bank Papua F Zendrato, dan Asisten Bidang Umum Sekretaris Daerah Papua Y Derek Hegemur.

Kemudian, hadir pula Direktur Polairud Polda Papua Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Kasmolan, Asisten Logistik Lantamal X Letnan Kolonel (Letkol) Jaya Sukmana, Liaison Officer Angkatan Laut Komando Daerah Militer XVII Cenderawasih Letkol Ermawan Susilo, Komandan Rayon Marinir Pertahanan Pangkalan X Letkol Marinir Fachrul Ahmadi, dan Pembantu Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Cenderawasih Papua.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau