Advertorial

Sukses Lakukan Transformasi Digital, Dirut PLN Jadi Pemimpin Populer di Media Sosial

Kompas.com - 11/11/2022, 15:17 WIB

KOMPAS.com - Direktur Utama (Dirut) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN Darmawan Prasodjo berhasil meraih penghargaan Indonesia Most Popular Leader in Social Media kategori Badan Usaha Milik Negara (BUMN) non-TBK dari Jambore PR Indonesia (JAMPIRO) 2022.

Atas capaian tersebut, Darmawan mengatakan bahwa penghargaan itu merupakan hasil dari upaya peningkatan kualitas layanan pelanggan yang dilakukan Insan PLN--sebutan bagi pekerja PLN.

"Jadi, ini bukan hanya hasil kerja dari seorang dirut atau pimpinan board of directors (BOD), melainkan juga seluruh kekuatan PLN, baik Insan PLN maupun tenaga alih daya kami,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (11/11/2022).

Ia pun mendedikasikan penghargaan tersebut kepada seluruh Insan PLN yang telah berjuang secara optimal dalam mengabdi dan melayani pelanggan sebaik-baiknya sehingga kepuasan mereka terhadap layanan PLN meningkat.

Darmawan melanjutkan, PLN terus berkomitmen melakukan perbaikan untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Caranya, dengan meninggalkan cara-cara lama yang serbamanual menuju digitalisasi.

"Kami melakukan digitalisasi pembangkit, transmisi dan distribusi, sistem keuangan, sistem pengadaan, sistem pembayaran, serta sistem pelayanan pelanggan," kata Darmawan.

Salah satu upaya digitalisasi tersebut terwujud pada aplikasi PLN Mobile. Melalui aplikasi ini, PLN melakukan transformasi untuk mempercepat dan mengefisienkan sistem pelayanan kepada pelanggan.

Darmawan menuturkan, lewat aplikasi PLN Mobile, petugas PLN dapat merespons dengan cepat kebutuhan oleh pelanggan. Hasilnya, PLN Mobile saat ini sudah diunduh lebih dari 34 juta orang dengan rating 4,8 sehingga menjadi salah satu aplikasi terbaik di Asia Tenggara.

“Kalau bicara saya sebagai pemimpin paling populer di media sosial, artinya masyarakat menerima dan mengapresiasi perjuangan PLN dalam bertransformasi,” ujarnya.

Penetapan Darmawan sebagai pemimpin paling populer di media sosial dilakukan berdasarkan hasil monitoring pemberitaan terhadap puluhan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, BUMN, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan perguruan tinggi di Twitter, Facebook, dan Instagram.

Adapun monitoring dilakukan pada periode 1 Januari - 30 September 2022 oleh PR Indonesia dan Indonesia Indicator.

Founder dan Chief Executive Officer (CEO) PR Indonesia Asmono Wikan mengatakan bahwa peran humas menjadi penting dalam sebuah lembaga dan perusahaan. Sebab, humas yang baik dapat meningkatkan reputasi perusahaan.

"Dengan kekuatan komunikasi yang dilakukan komunikator masing-masing yakni humas, organisasi masih kokoh berdiri dengan reputasi yang baik," ujarnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau