Advertorial

Mendagri Sambut Kedatangan Sejumlah Tamu Negara Peserta KTTG20 di Bali

Kompas.com - 14/11/2022, 18:51 WIB

KOMPAS.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bakal menyambut kedatangan sejumlah tamu negara perserta Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Group of Twenty (G20) di Bali.

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Senin (14/11/2022), Tito sendiri sudah mendarat di Bali sejak Sabtu (12/11/2022). Adapun tugas penyambutan delegasi G20 yang dimban Mendagri tertuang dalam surat yang ditandatangani Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Ad Interim Pramono Anung.

Untuk diketahui sejumlah tamu negara peserta KTT G20 telah tiba di Bali. Kedatangan mereka berkaitan dengan pertemuan bilateral dan multilateral KTT G20 yang dilaksanakan pada 15-16 November 2022 di Nusa Dua, Bali.

KTT G20 merupakan pertemuan kepala pemerintahan atau negara anggota G20. Adapun tema yang diusung KTT G20 2022 adalah "Recover Together, Recover Stronger". Melalui tema tersebut, pemerintah Indonesia mengajak seluruh dunia untuk bahu-membahu dan saling mendukung agar pulih bersama, khususnya dalam bidang perekonomian, serta tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.

Mendagri direncanakan bakal menyambut kedatangan lima tamu negara G20, yaitu Presiden dan CEO Atlantic Council Frederick Kempe, Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol.

Kemudian, Mendagri juga akan menyambut Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, Perdana Menteri Belanda Mark Rutte, dan Perdana Menteri India Narendra Damodardas Modi. Selain menyambut kedatangan, Mendagri juga akan mengantar pelepasan kelima tamu negara G20 tersebut.

Pada Minggu (13/11/2022) sekitar pukul 23.30 Waktu Indonesia Tengah (WITA), Mendagri telah menerima kedatangan Presiden Korea Selatan bersama istri, Kim Keon-hee, di Bandara Ngurah Rai, Bali. Kehadiran Yoon Suk-yeol juga didampingi sejumlah pejabat Korea Selatan, yakni Menteri Keuangan, Menteri Luar Negeri, dan Kepala Keamanan Nasional.

Kedatangan Presiden Korea Selatan tersebut menjadi tugas awal Mendagri dalam menyambut sejumlah tamu negara pada KTT G20.

Kehadiran orang nomor satu Korea Selatan tersebut pun disambut dengan pasukan penghormatan dan tarian selamat datang tradisional Bali. Mereka kemudian menuju tempat peristirahatan di kawasan Nusa Dua.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau