Advertorial

Mendagri Melepas Kepulangan Presiden Korea Selatan Usai Hadiri KTT G20

Kompas.com - 16/11/2022, 15:28 WIB

KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian melepas kepulangan Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Seok-yeol dan rombongan dari Bandara Internasional Ngurah Rai, Selasa (15/11/2022) pukul 22.30 Waktu Indonesia Tengah (WITA).

Presiden Korsel dan rombongan kembali ke negaranya seusai menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Group of Twenty (G20) di Bali.

Pelepasan tersebut merupakan bagian dari rangkaian tugas Mendagri sebagai pejabat penyambut dan pelepas ketua delegasi peserta KTT G20. Sebelumnya, Mendagri menyambut kedatangan Presiden Korea Selatan di Bandara Ngurah Rai pada Minggu (13/11/2022) pukul 23.30 WITA.

Jadi, selain Ketua Delegasi Korea Selatan, Mendagri juga menyambut dan melepas sejumlah kepala negara lain dan kepala lembaga internasional yang menjadi delegasi dalam KTT G20.

Adapun tamu-tamu negara tersebut di antaranya Ketua Delegasi Belanda Perdana Menteri Mark Rutte, Ketua Delegasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Sekretaris Jenderal (Sekjen) Antonio Guterres, Ketua Delegasi Atlantic Council Presiden sekaligus Chief Executive Officer Council Frederick Kempe, serta Ketua Delegasi India Perdana Menteri Narendra Damodardas Modi.

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (16/11/2022), Tito dijadwalkan akan melepas Perdana Menteri Belanda dari Bandara Internasional Ngurah Rai pada Rabu pukul 17.00 WITA. Selanjutnya pada hari yang sama, Tito juga akan melepas kepulangan Perdana Menteri India pukul 18.45 WITA.

Keesokan harinya, Kamis (17/11/2022) pukul 00.05 WITA, Tito dijadwalkan akan melepas Sekjen PBB Antonio Guterres.

Perdana Menteri India termasuk sosok yang mendapat perhatian dalam KTT G20 karena negaranya akan mendapat giliran memperoleh tongkat estafet penyelenggaraan Presidensi G20 tahun depan. Pengalaman Indonesia dalam menyelenggarakan hajatan global itu akan menjadi pelajaran bagi negara tersebut.

Dalam perjalanan penyambutan Perdana Menteri Modi ke hanggar pesawat kedatangan pada Senin (14/11/2022), Duta Besar (Dubes) India untuk Indonesia Manoj Kumar Bhakti mengungkapkan kekagumannya kepada Tito atas kesiapan Indonesia.

"Saya sangat terkesan dengan pelaksanaan G20, khususnya semua tempat persidangan dan akomodasi G20 oleh negara Anda. Semuanya dilaksanakan dengan kualitas tinggi (high quality)," kata Manoj Kumar seperti yang diceritakan oleh Mendagri.

Hal sama juga disampaikan oleh Dubes Belanda untuk Indonesia Lambert Grijns. Pihaknya memuji penyelenggaraan KTT G20 di Bali yang berlangsung rapi.

Sebagai informasi, Tito berada di Bali sejak Minggu. Dalam menjalankan tugas tersebut, Tito memiliki jadwal ketat karena juga harus menghadiri kegiatan internal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Bali.

Selama menjalankan tugas menyambut dan melepas pemimpin delegasi G20, Tito harus kembali ke hotel hingga larut malam, bahkan sampai pukul 00.30 WITA.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau