KOMPAS.com – Mitra Jaya Group menandatangani kerja sama strategis terkait investasi dan pengelolaan rumah sakit (RS) di Indonesia dengan penyedia layanan kesehatan terkemuka di wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA), yakni Burjeel Holdings Uni Emirat Arab (UEA).
Adapun penandatanganan kerja sama tersebut dilaksanakan pada acara Forum Bisnis UEA yang digelar di sela gelaran Konferensi Tingkat Tinggi Group of Twenty (G20) pada Minggu (13/11/2022). Penandatanganan ini turut disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.
Direktur Mitra Jaya Group Kuhan Selvaretnam mengatakan, salah satu poin dalam kerja sama tersebut adalah pembangunan RS Mitra Jaya bertaraf internasional. Fasilitas kesehatan ini akan dibangun di atas lahan seluas 6.533 meter persegi (m2) di Kembangan, Jakarta Barat.
Kuhan memaparkan bahwa proyek pembangunan rumah sakit tersebut sudah berjalan sejak November 2022 dan tengah memasuki tahap desain. Sementara, pengerjaan konstruksi akan dimulai pada Januari 2023 dan ditargetkan selesai pada Agustus 2024. Operasi rumah sakit ini direncanakan berjalan mulai September 2024.
“RS Mitra Jaya merupakan proyek rumah sakit pertama yang digarap oleh Divisi Kesehatan Mitra Jaya Group. Selanjutnya, perusahaan sedang menjajaki akuisisi atau kerja sama dengan RS lain di Jakarta,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (14/11/2022).
RS Mitra Jaya berstandar internasional yang akan dibangun di Jakarta Barat berkat kerja sama Mitra Jaya Group dan Burjeel Holdings.Kuhan melanjutkan, RS Mitra Jaya merupakan wujud dari strategi perusahaan untuk mengembangkan lini usaha baru yang memiliki prospek bagus di masa mendatang.
Sejak 1981, Mitra Jaya Group telah menjalankan usaha di bidang konstruksi, pembangunan jalan tol, properti, dan pertambangan. Divisi Kesehatan sendiri merupakan merupakan lini bisnis terbaru Mitra Jaya Group.
Sementara itu, Burjeel Holdings didirikan oleh dr Shamsheer Vayalil pada 2007. Perusahaan ini menyediakan berstandar di seluruh jaringan perusahaan, mulai dari RS, pusat kesehatan, hingga apotek.
Hasilkan 16 MoU
Untuk diketahui, Forum Bisnis UEA merupakan pertemuan pemimpin bisnis dari Indonesia dan UEA. Forum ini digelar untuk menjajaki peluang kerja sama yang muncul antara komunitas bisnis di kedua negara.
Adapun Forum Bisnis UEA merupakan salah satu konferensi investasi besar pertama yang berlangsung sejak penandatanganan Perjanjian Kemitraan Komprehensif UEA-Indonesia pada Juli 2022. Hasil dari perjanjian tersebut akan diratifikasi dalam beberapa minggu mendatang.
Gelaran Forum Bisnis UEA kali ini berhasil menghasilkan 16 memorandum of understanding (MoU), termasuk MoU antara Mitra Jaya dan Burjeel Holdings.
Selain Luhut, Forum Bisnis UEA juga dihadiri oleh Menteri Negara Perdagangan Luar Negeri UEA Thani bin Ahmed Al Zeyoudi dan Menteri Negara UEA Ahmed Ali Al Sayegh.
Hadir pula Duta Besar UEA untuk Indonesia Abdullah Al Dhaheri, Wakil Menteri Pembangunan Ekonomi Abu Dhabi Rashid Abdul Karim Al Balushi, Duta Besar Indonesia untuk UEA Husin Bagis, dan Ketua Kamar Dagang dan Investasi Indonesia (Kadin) M Arsjad Rasjid.
Selain itu, pertemuan juga dihadiri oleh sejumlah pejabat senior, pemimpin bisnis, kepala perusahaan, serta perwakilan organisasi komunitas bisnis dari UEA dan Indonesia.
Luhut mengatakan bahwa 16 MoU yang ditandatangani pada gelaran tersebut merupakan manfaat yang muncul dari Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif yang telah diadakan pada Juli 2022.
“Hal tersebut akan membuka peluang luar biasa bagi komunitas bisnis di kedua negara,” katanya.
Sementara itu, Thani menilai hubungan UEA dan Indonesia sudah kuat sejak awal. Kini, kedua negara tengah menikmati lebih banyak keuntungan dalam beberapa tahun terakhir.
“Keuntungan tersebut berkat momentum pembentukan kemitraan yang konstruktif di sektor-sektor vital,” ujarnya.