Advertorial

Museum MACAN Hadirkan Pameran Terbesar dan Komprehensif Perupa Jepang Ternama Chiharu Siota

Kompas.com - 21/11/2022, 09:27 WIB

KOMPAS.com - Museum MACAN akan menggelar pameran tunggal pertama Chiharu Shiota di Indonesia berjudul The Soul Trembles yang akan dibuka untuk publik mulai Sabtu (26/11/2022) hingga Minggu (30/4/2023).

Pameran tersebut merupakan rangkaian tur pameran global yang diselenggarakan oleh Mori Art Museum, Tokyo. Sebelum di Indonesia, pameran telah diadakan di Busan Museum of Art di Korea Selatan, Taipei Fine Arts Museum di Taiwan, Long Museum di Shanghai, Tiongkok, serta Queensland Art Gallery dan Gallery of Modern Art di Brisbane, Australia.

Museum MACAN sendiri merupakan satu-satunya lokasi penyelenggaraan pameran tersebut di Asia Tenggara.

Dikurasi oleh Direktur Mori Art Museum-Tokyo Mami Kataoka, The Soul Trembles menampilkan ratusan karya dari hampir 30 tahun praktik sang perupa sejak 1990-an. Pameran ini akan menggabungkan instalasi berskala besar, patung, video performa, fotografi, dan desain panggung.

Sebagai informasi, Shiota lahir di Osaka, Jepang, pada 1972. Ia belajar melukis pada 1992 di Universitas Kyoto Seika dan menjalani tahun formatif di Canberra School of Art, Australia, pada 1993–1994. Saat itu, ia mengabaikan seni lukis untuk mendalami seni pertunjukan dan instalasi.

Kemudian, Shiota menetap di Berlin, Jerman, pada 1999 untuk mengembangkan praktik berkeseniannya di ranah internasional.

Pameran The Soul Trembles sendiri menampilkan karya yang berangkat dari pengalaman personal sang perupa yang mendalam.

Shiota mengeksplorasi gagasan identitas sosial dan budaya, seperti etnisitas, kewarganegaraan, dan agama. Selain itu, tema-tema universal, seperti dinding, jendela, batas-batas, kekosongan, dan eksistensi, juga menjadi bagian dari pameran tersebut.

Karya Shiota memberikan bentuk pada kesadaran manusia dan pengalaman yang bersifat nonfisik, seperti ingatan, pemikiran, ketakutan, mimpi, dan keheningan.

Pada pameran tunggal pertamanya di Indonesia, Shiota mengatakan bahwa lewat pameran tersebut dirinya ingin terhubung dengan orang-orang di Jakarta dan membawa mereka merasakan sesuatu yang berbeda dari kehidupan sehari-hari.

“Saya rasa seni adalah bagian penting dari hidup kita. Saya akan merasa tersanjung jika Anda dapat melihat karya-karya saya selama 30 tahun ini dan merasakan jiwa Anda tergetar,” ujar Shiota dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (18/11/2022).

Pengunjung akan dibuat kagum dengan seri instalasi megah yang terbuat dari benang berwarna merah dan hitam yang membentang ke segala penjuru ruangan. Kemudian, pengunjung akan menjumpai obyek-obyek metaforis dan sugestif, seperti tempat tidur yang menghadirkan celah sempit antara mimpi dengan realitas dan kehidupan dengan kematian.

Selain itu, terdapat pakaian yang bersifat dangkal dan hanya berfungsi untuk melapisi kulit serta koper dan perahu yang menjadi simbol pergerakan dan ketidakpastian.

“Saya senang bisa menghadirkan dan membagi pameran Chiharu Shiota: The Soul Trembles dengan Museum MACAN dan audiensnya. Setelah pameran (di Jakarta), saya akan berkeliling ke sejumlah negara di kawasan Asia-Pasifik,” kata Kataoka.

Setelah melalui sebuah pandemi Covid-19 yang belum pernah terjadi sebelumnya, lanjutnya, banyak orang dari berbagai negara merasa jiwanya tersentuh lewat pameran tersebut. Ia pun yakin, The Soul Trembles akan memberikan dampak yang serupa kepada pengunjung Museum MACAN.

Direktur Museum MACAN Aaron Seeto mengatakan bahwa pameran tersebut harus dinikmati secara langsung. Pasalnya, keseluruhan pengalaman saat melihat karya Chiharu Shiota sulit untuk dideskripsikan dengan kata-kata.

“Instalasinya yang menakjubkan, menyelimuti, dan menyeluruh, serta membuka sebuah ruang bagi pengunjung untuk merefleksikan hidup mereka masing-masing, serta merenungkan ide-ide yang sangat intim mengenai jiwa, emosi, dan eksistensi,” ujar Seeto.

Menurutnya, karya-karya Chiharu Shiota sangat istimewa karena mampu memberikan bentuk kepada aura dan energi dari hal-hal yang tidak berwujud fisik, seperti hal-hal yang hanya ada di dalam memori dan mimpi.

Koper menjadi salah satu karya instalasi yang menarik perhatian dalam pameran The Soul Trembles. Dok. Museum MACAN Koper menjadi salah satu karya instalasi yang menarik perhatian dalam pameran The Soul Trembles.

“Kami sangat senang dapat menghadirkan karya Chiharu Shiota kepada publik di Indonesia dan menyambut kedatangannya ke Jakarta. The Soul Trembles adalah pameran dengan skala luar biasa dan akan mengambil alih seluruh area galeri di museum,” kata Seeto.

Pameran tersebut, katanya, menjadi pameran terbesar dan terluas di Museum MACAN sejak pandemi Covid-19. Pihaknya bahagia bisa kembali menyambut pengunjung ke dalam museum untuk merasakan perjalanan artistik Shiota selama hampir 30 tahun berkarya.

Selama pameran Chiharu Shiota: The Soul Trembles, museum juga akan menghadirkan area khusus bagi pengunjung untuk berefleksi, bermain, dan mengambil bagian di dalam sebuah ruangan yang akan dipajang beragam benda serta kisah di baliknya.

Berjudul “Mini Museum of Memories”, area tersebut merespons salah satu karya sang perupa, yakni “Connecting Small Memories” (2019), dan akan menempati Ruang Seni Anak.

Sebagai pembuka dari pameran, Museum MACAN mempersembahkan sesi wicara dan diskusi bersama perupa Chiharu Shiota dan Mami Kataoka yang akan berlangsung di Theater 2, Epicentrum XXI pada Rabu (23/11/2022), pukul 17.00 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Sesi tersebut akan dimulai dengan kuliah umum dari Mami Kataoka yang mengeksplorasi pandangan kosmik Chiharu Shiota dan cara sang perupa mengekspresikan pemikiran dan emosi personalnya terkait isu-isu yang sulit diungkapkan oleh kata-kata, seperti kematian, ketiadaan, ketakutan, mimpi dan keheningan.

Acara akan dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama moderator, perupa, dan kurator untuk merefleksikan perjalanan karier sang perupa yang tertuang dalam The Soul Trembles.

Selain itu, akan dibahas pula tentang proses kuratorial dalam persiapan pameran dan perspektif baru yang muncul seiring dengan dipamerkannya pada The Soul Trembles di berbagai negara, termasuk pameran perdananya di Asia Tenggara.

Mendukung visi dan misi museum MACAN dalam memberikan akses seni yang luas kepada publik, serta mendukung anak-anak berinteraksi lebih jauh dengan karya seni melalui aktivitas yang dapat dilakukan di museum dan di rumah, program wicara yang lengkap, dan aktivitas lainnya, dapat diakses secara daring melalui website Museum MACAN www.museummacan.org.

Sebagai informasi, tiket untuk berkunjung sudah tersedia di https://ticket.museummacan.org/SHIOTAMACAN dan berbagai mitra tiket, yakni GoTix, Klook, Tiket.com, dan Traveloka.

Pengunjung yang datang ke museum wajib menaati protokol kesehatan yang ketat dan upaya pencegahan Covid-19 untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan bersama.

Toko museum Shop at MACAN juga menghadirkan serangkaian produk eksklusif untuk pameran Chiharu Shiota: The Soul Trembles. Pengunjung dapat membeli cinderamata secara langsung di museum atau secara daring melalui shop.museummacan.org dan www.tokopedia.com/shopatmacan .

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau