Advertorial

Kembangkan Potensi Pura Mangkunegaran sebagai Wisata Warisan Budaya, Injourney Kembangkan Ekosistem Pariwisata Joglosemar

Kompas.com - 28/11/2022, 16:17 WIB

KOMPAS.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau Injourney, mengembangkan lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). Salah satunya adalah kawasan Borobudur di Magelang, Jawa Tengah (Jateng).

Hal tersebut bertujuan untuk mendorong pengembangan ekosistem pariwisata di Jogja, Solo, Semarang (Joglosemar) sekaligus memperkaya destinasi wisata di Jateng, selain kawasan Borobudur.

Upaya itu diwujudkan Injourney lewat kerja sama dengan Pura Mangkunegaran. Nantinya, istana resmi Kadipaten Mangkunegaran ini akan menjadi bagian dariitinerari wisata di jalur heritage Joglosemar.

Melalui kerja sama tersebut, Injourney akan mempromosikan Pura Mangkunegaran sebagai destinasi pariwisata warisan budaya. Tujuannya untuk mengembangkan gairah sektor pariwisata di kawasan segitiga Joglosemar, khususnya Kota Surakarta atau Solo.

Direktur Utama Injourney Dony Oskaria menilai, Pura Mangkunegaran merupakan salah satu obyek wisata bersejarah yang kerap dikunjungi wisatawan dalam negeri maupun mancanegara.

Dony menjelaskan, sejak lima bulan terakhir, area Taman Pracima atau Pracima Tuin yang berada di sebelah barat Pura Mangkunegaran telah direvitalisasi.

Nantinya, area tersebut berfungsi sebagai tempat interaksi publik dan kawasan terbuka hijau. Revitalisasi itu ditargetkan selesai pada Desember 2022.

Menurutnya, Pura Mangkunegaran dapat menjadi pelopor percontohan pemanfaatan ruang berkelanjutan yang berwawasan budaya. Hal ini selaras dengan kebutuhan dan gaya hidup masyarakat saat ini.

“Kerja sama dengan Pura Mangkunegaran diharapkan dapat menambah lama tinggal (length of stay) dan belanja wisata (spending) wisatawan. Hal ini dapat berdampak positif secara sosio-ekonomi, termasuk meningkatkan pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Jateng,” ujar Dony dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (28/11/2022).

Sebagai Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung, lanjut Dony, Injourney terus berkomitmen untuk mengembangkan destinasi pariwisata di Indonesia. Salah satunya kawasan Joglosemar. Pasalnya, pada periode Januari-Agustus 2022, jumlah wisatawan domestik yang berwisata ke Provinsi Jateng mencapai 26 juta orang.

Pura Mangkunegaran dikenal sebagai salah satu pusat kebudayaan dan pengembangan kesenian di Surakarta.DOK. Injourney Pura Mangkunegaran dikenal sebagai salah satu pusat kebudayaan dan pengembangan kesenian di Surakarta.

Capaian tersebut melampaui target kunjungan wisatawan domestik ke Provinsi Jateng, yakni sebanyak 11 juta pada 2022. Meski demikian, angka ini masih berada di bawah total turis domestik yang berkunjung ke Provinsi Jateng sebelum pandemi Covid-19 yang berkisar 49 juta orang.

“Dengan revitalisasi Pura Mangkunegaran, kami berharap terdapat pertumbuhan dan perkembangan berbagai destinasi wisata lainnya. Dengan demikian, sektor pariwisata Indonesia dapat semakin dikenal dan dikunjungi oleh para wisatawan,” tuturnya.

Pada kesempatan sama, Pengageng Pura Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X menyambut baik kerja sama Injourney dengan pihaknya dalam mengembangkan potensi wisata warisan budaya.

“Melalui kerja sama tersebut, Pura Mangkunegaran dapat dimaksimalkan kegunaannya sebagai pusat pengembangan kesenian, kolaborasi budaya, pemberdayaan UMKM, serta kuliner khas Mangkunegaran,” ujar

Untuk diketahui, Pura Mangkunegaran berdiri secara resmi pada 1757. Kawasan ini merupakan istana resmi Kadipaten Mangkunegaran dan tempat kediaman para Adipati Mangkunegaran.

Hingga saat ini, pura tersebut dikenal sebagai salah satu pusat kebudayaan dan pengembangan kesenian di Surakarta, seperti Akademi Seni Mangkunegaran Surakarta, Sanggar Tari Surya Sumirat, dan Pasinaon Dalang Mangkunegaran.

Dengan kerja sama tersebut, Injourney berharap dapat mengembangkan potensi Pura Mangkunegaran sekaligus menjadi pelopor percontohan pemanfaatan ruang berkelanjutan.

Hal tersebut bertujuan untuk menumbuhkan kembali nilai-nilai penting cagar budaya dengan penyesuaian fungsi ruang baru yang sesuai dengan prinsip pelestarian dan nilai budaya masyarakat.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau