Advertorial

Membangun SDM Papua lewat Papua Youth Creative Hub

Kompas.com - 29/11/2022, 18:59 WIB

KOMPAS.com – Upaya pemerintah dalam memeratakan pembangunan mulai dari ujung barat hingga timur Indonesia mulai terlihat. Tak hanya wacana semata, pemerataan tersebut kini telah memberikan manfaat kepada masyarakat setempat.

Di bagian timur Indonesia, tepatnya Papua, pemerintah memajukan pembangunan infrastruktur yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini dilakukan dengan membuka keterisolasian wilayah serta meningkatkan akses dan konektivitas, baik darat maupun multimoda.

Alhasil, Papua kini memiliki jalan, jembatan, permukiman, dan fasilitas umum yang tak kalah dengan fasilitas di kota besar.

Sebut saja, pembangunan Stadion Utama Papua Bangkit yang menjadi venue utama penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021. Pasca-PON XX, stadion ini dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk berolahraga.

Presiden Joko Widodo saat meninjau rancang bangunan Pusat Pengembangan Pemuda Papua di Kelurahan Wahno, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua.Dok. Indonesia.go.id Presiden Joko Widodo saat meninjau rancang bangunan Pusat Pengembangan Pemuda Papua di Kelurahan Wahno, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua.

Keberhasilan Papua sebagai tuan rumah pagelaran olahraga nasional itu pun memperlihatkan bahwa Tanah Cendrawasih kini makin berkembang lantaran infrastruktur yang andal.

Apalagi kalau ke depan, pembangunan infrastruktur di Papua juga disertai dengan pemerataan dan peningkatan kualitas dari sumber daya manusia (SDM). Pasalnya, SDM berkualitas dapat membantu ketepatan pengelolaan sumber daya alam di Papua. Dengan begitu, kesejahteraan masyarakat setempat pun dapat meningkat.

Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, masih banyak potensi SDM berkualitas di Papua yang belum tergali dan dikembangkan.

Oleh karena itu, Jokowi membangun fasilitas Papua Youth Creative Hub yang diharapkan dapat menjadi motor penggerak sekaligus pusat pengembangan SDM, khususnya talenta muda, di Papua.

Adapun fasilitas tersebut berada di Jalan Poros, Kelurahan Wahno, Distrik Abepura, Kota Jayapura. Jarak tempuhnya cukup terjangkau, yakni sekitar 11 kilometer (km) dari pusat Kota Jayapura. Fasilitas ini dibangun atas lahan seluas 15.000 meter persegi (m2) dengan luas bangunan utama sebesar 3.520 m2 dan bangunan penunjang seluas 1.812 m2.

Fasilitas tersebut merupakan pusat pengembangan talenta muda yang diproyeksikan dapat menjadi wadah untuk menghimpun SDM muda berprestasi Papua dari berbagai disiplin ilmu.

Melalui Papua Youth Creative Hub, pemerintah berharap, anak muda setempat dapat berkontribusi dalam menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan.

Presiden RI Joko Widodo Lakukan peletakan batu pertama Papua Youth Creative Hub Jayapura.Dok. tribratanews.papua.polri.go.id Presiden RI Joko Widodo Lakukan peletakan batu pertama Papua Youth Creative Hub Jayapura.

"Banyak bibit unggul dan talenta yang sangat baik di bidang sains, seni budaya, serta olahraga. Ini menjadi tugas besar kami untuk menyiapkan manajemen talenta yang baik dan tertata," ucap Jokowi dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (29/11/2022).

Papua Youth Creative Hub sendiri, lanjut Jokowi, mewadahi berbagai talenta, seperti petani milenial, ekosistem digital, serta pengembangan riset dan inovasi.

Ia meyakini, masa depan Papua yang dapat memengaruhi masa depan Indonesia ada di genggaman Papua Youth Creative Hub.

Adapun sejumlah fasilitas yang akan di bangun di Papua Youth Creative, antara lain co-working space, ruang untuk teknologi pembelajaran, teknologi digital, ruang konser, ruang inovasi produk, asrama, dan fasilitas olahraga.

Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu anak muda Papua dalam mengasah potensi sehingga mereka bisa menyalurkan bakat-bakatnya demi kemajuan Indonesia.

“Kami harap, pembangunan Papua Youth Creative Hub bisa menjadi motor penggerak dan pusat pengembangan talenta hebat sekaligus menjadi pusat kreatif anak muda Papua dalam memperkuat ekosistem inovasi yang ada. Dengan demikian, generasi muda dapat mengasah bakatnya untuk mengembangkan dirinya, baik di kancah nasional maupun internasional,” tutur Jokowi.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau