Advertorial

GUKMI 2022: UMKM Tingkatkan Kinerja Ekonomi Indonesia pada Triwulan III 2022

Kompas.com - 29/11/2022, 19:53 WIB

KOMPAS.com – Pandemi Covid-19 yang merebak selama lebih dari dua tahun diprediksi akan segera berlalu. Meski begitu, hal ini memunculkan tantangan baru bagi pelaku bisnis di Indonesia. Tak lagi soal pandemi, pelaku bisnis harus berhadapan dengan potensi resesi yang diproyeksi terjadi pada 2023.

Merespons prediksi tersebut, MarkPlus Institute bersama Asia Council for Small Business (ACSB) Indonesia kembali menghadirkan Galang UKM Indonesia (GUKMI) 2022 ke-7 dengan tema “Bangkit dari Pandemi, Siaga Hadapi Resesi” pada Selasa (22/11/2022).

Acara tersebut diadakan guna meningkatkan optimisme pelaku usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) Indonesia dalam menghadapi tantangan dan pertumbuhan ekonomi di masa mendatang.

Berdasarkan data MarkPlus Institute, tantangan yang muncul pascapandemi Covid-19 telah mengakibatkan kemerosotan ekonomi. Hal ini pun berujung pada peningkatan angka kemiskinan.

Meski demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2022 diproyeksi kembali mencatatkan kinerja yang impresif.

Sejalan dengan temuan MarkPlus Institute tersebut, Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah UKM (Kemenkop UKM) Dr Yulius MA menyatakan bahwa secara kumulatif, kinerja ekonomi Indonesia semakin kuat pada triwulan III 2022.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2022 mencapai 5,72 persen secara year on year (yoy). Angka ini lebih tinggi ketimbang triwulan sebelumnya yang hanya sebesar 5,45 persen.

“Kita harus menjalankan strategi pemerintah dalam menghadapi ancaman global, di antaranya melalui upaya peningkatan belanja konsumen yang diawali dengan kampanye ‘Bangga Buatan Indonesia’, khususnya untuk UMKM yang erat dengan gaya hidup masyarakat,” kata Yulius dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (28/11/2022).

Dukung pelaku UMKM

Presiden dan Chief Executive Officer (CEO) ACSB Indonesia Mufid Wahyudi mengatakan, GUKMI 2022 merupakan wujud dari antusiasme pelaku UMKM yang ingin mengembangkan perekonomian Indonesia.

“Tahun ini, Indonesia Council for Small Business (ICSB) bertransformasi menjadi ACSB sebagai upaya keaktifan dan fokus kami untuk mengabdi kepada masyarakat Indonesia,” ujar Mufid.

Sementara itu, Kepala Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen Bank Indonesia Yunita Resmi Sari menyebutkan, sebanyak 74 persen UMKM mengetahui bisnis online, seperti e-commerce.

Namun, hanya 20 persen yang mempunyai literasi digital sehingga masih memunculkan sejumlah kendala yang meliputi keamanan informasi komputer, pola pikir, serta memenuhi aspek kualitas, kapasitas, dan kuantitas (3K).

“Potensi teknologi dapat meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan penguasaan akses pasar UMKM dalam meningkatkan daya saingnya. Adopsi digitalisasi juga dapat mendorong pertumbuhan produktivitas dengan menurunkan transaksi dan integrasi ke pasar yang lebih luas dengan memberikan nilai tambah sebesar 25 persen dan produktivitas sebesar 17 persen,” ucap Yunita.

Adapun CEO MarkPlus Indonesia Jacky Mussry menambahkan, bahwa seorang pengusaha harus membangun jaringan, berkolaborasi, dan mencari kesempatan.

Secara filosofis, sambungnya, tujuan pengusaha adalah untuk memakmurkan banyak orang. Jadi, pengusaha harus bisa berkontribusi, merancang ulang strategi, mengaktualisasi diri, memberikan solusi, dan menjadi profitabilitas.

“Oleh karena itu, menjadi entrepreneur adalah humanity-based entrepreneurship dengan optimisme, daya, nalar, dan kreativitas. Semua harus diterapkan tanpa tunggu-tunggu. Menyerah bukanlah pilihan,” papar Jacky.

Sebagai informasi, GUKMI ke-7 dihadiri oleh 5.000 UMKM dari berbagai daerah. GUKMI sendiri merupakan wadah kolaborasi antara pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), swasta, dan perguruan tinggi untuk meningkatkan daya saing UMKM di Indonesia.

Acara tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta sikap dari pelaku UMKM di Indonesia dalam mempercepat pemulihan ekonomi pascapandemi.

Selain itu, GUKMI juga memfasilitasi kolaborasi dari berbagai institusi untuk mempersiapkan UMKM Indonesia dalam menghadapi tantangan baru dan ancaman resesi.

Tak berhenti di situ, GUKMI pun menjadi platform pemberian apresiasi kepada instansi bisnis, pemerintah, dan pendidikan, yang berkontribusi mendukung UMKM selama pandemi.

GUKMI 2022 turut dimeriahkan dengan pemberian penghargaan ACSB Indonesia Presidential Award 2022 kepada institusi yang berkontribusi besar untuk UMKM dengan kategori pemerintah, pebisnis, peneliti, dan pembina.

Penghargaan tersebut diberikan kepada Bank Indonesia, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, PT Pegadaian, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Terbuka, Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan, serta Podomoro University Center for Entrepreneurial Leadership.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau